- Top
- Daftar Departemen
- Gejala dan Pengobatan Katarak
/
/

Daftar Departemen
LIST OF CLINICAL DEPARTMENT
Buat Reservasi
RESERVE
Gejala dan Pengobatan Katarak
Apa itu Katarak?
Katarak adalah suatu kondisi di mana lensa mata menjadi keruh, yang menyebabkan penurunan penglihatan. Secara normal, lensa mata bersifat transparan dan berfungsi untuk memfokuskan cahaya ke retina. Namun, penuaan, paparan sinar UV, diabetes, dan penggunaan obat steroid dalam jangka panjang dapat menyebabkan lensa menjadi buram.
Metode Pemeriksaan Katarak
Diagnosis katarak memerlukan pemeriksaan mendetail di klinik oftalmologi. Pertama, tes ketajaman penglihatan dilakukan untuk menilai tingkat gangguan penglihatan. Selanjutnya, pemeriksaan dengan slit-lamp (biomikroskopi) dilakukan untuk mengamati kekeruhan lensa, yang membantu dalam mengevaluasi perkembangan katarak.
Selain itu, pemeriksaan fundus dilakukan untuk memeriksa kondisi retina dan saraf optik. Seiring dengan perkembangan katarak, fundus menjadi lebih sulit terlihat, sehingga pemeriksaan ultrasonografi mungkin dilakukan untuk menilai kondisi bagian dalam mata jika diperlukan.
Selain itu, tes tekanan intraokular (IOP) dan tes refraksi dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya penyakit mata lainnya. Jika katarak disebabkan oleh diabetes, mengelola kadar gula darah juga sangat penting. Pemeriksaan-pemeriksaan ini membantu menentukan kondisi katarak dan kebutuhan akan pengobatan.
Metode Pengobatan Katarak
Pengobatan katarak tergantung pada tingkat perkembangannya. Pada tahap awal, tetes mata (seperti yang memiliki efek antioksidan) dapat digunakan untuk memperlambat perkembangan katarak, tetapi tidak dapat menyembuhkannya secara fundamental. Jika gejala memburuk dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, operasi menjadi diperlukan.
Operasi katarak melibatkan pengangkatan lensa mata yang keruh dan menggantinya dengan lensa intraokular (IOL) buatan. Prosedur yang paling umum adalah fakoemulsifikasi, yaitu membuat sayatan kecil dan menggunakan gelombang ultrasonik untuk menghancurkan serta mengeluarkan lensa. Metode ini ditandai dengan sayatan minimal dan waktu operasi yang singkat. Operasi ini biasanya dilakukan dengan anestesi lokal, dan dalam banyak kasus, dapat dilakukan sebagai prosedur rawat jalan.
Setelah operasi, diperlukan masa istirahat dan penggunaan tetes mata sesuai resep dokter, tetapi sebagian besar pasien dapat kembali mendapatkan penglihatan yang baik.
Metode Pencegahan Katarak
Meskipun katarak tidak dapat sepenuhnya dicegah, ada beberapa cara untuk menunda timbulnya dan perkembangannya. Pertama, paparan sinar ultraviolet (UV) dapat menyebabkan degenerasi protein pada lensa mata, sehingga mengenakan kacamata hitam atau topi pada hari yang cerah sangat penting untuk perlindungan dari UV.
Selain itu, mengonsumsi nutrisi yang kaya antioksidan (seperti vitamin C, vitamin E, dan lutein) dapat membantu mencegah penuaan mata. Merokok dan konsumsi alkohol berlebihan meningkatkan risiko katarak, sehingga disarankan untuk membatasi kebiasaan ini.
Selain itu, diabetes merupakan faktor risiko utama katarak, sehingga pengelolaan kadar gula darah sangat penting. Pemeriksaan mata secara rutin juga diperlukan untuk mendeteksi katarak lebih awal dan melakukan intervensi tepat waktu.
FAQ Mengenai Katarak
Pada usia berapa katarak biasanya berkembang?
Katarak biasanya berkembang pada orang yang berusia 50-an atau 60-an, tetapi ini bervariasi pada setiap individu. Risiko meningkat seiring bertambahnya usia, dan pada usia 80-an, hampir semua orang mengalami tingkat kekeruhan lensa tertentu.
Apakah katarak bisa sembuh secara alami?
Tidak, katarak tidak dapat sembuh secara alami. Seiring perkembangannya, penglihatan akan memburuk, dan operasi diperlukan untuk penyembuhan total.
Apakah operasi katarak terasa sakit?
Tidak, karena anestesi lokal digunakan, hampir tidak ada rasa sakit selama operasi. Beberapa ketidaknyamanan ringan mungkin dirasakan setelah prosedur, tetapi biasanya membaik dalam beberapa hari.
Apakah katarak bisa kambuh setelah operasi?
Katarak itu sendiri tidak akan kambuh, tetapi beberapa pasien dapat mengalami kondisi yang disebut opasifikasi kapsul posterior (PCO) setelah operasi. Kondisi ini dapat dengan mudah diobati dengan terapi laser.
Apakah katarak bisa berkembang hanya di satu mata?
Ya, katarak dapat terjadi hanya di satu mata jika disebabkan oleh trauma atau penyakit. Namun, katarak yang berkaitan dengan usia biasanya berkembang di kedua mata.
Apa yang harus diperhatikan setelah operasi katarak?
Hindari menggosok mata dan gunakan obat tetes mata sesuai anjuran dokter. Disarankan juga untuk menghindari aktivitas berat dan berenang selama beberapa minggu setelah operasi.
Daftar Departemen

Akses
Access

Menara Astra, Lantai 3,
Jl. Jenderal Sudirman,
Kavling 5-6, Karet Tengsin,
Tanah Abang,
Kota Administrasi Jakarta Pusat,
Provinsi DKI Jakarta, 10220