- Top
- Daftar Departemen
- Gejala dan pengobatan glaukoma
/
/

Daftar Departemen
LIST OF CLINICAL DEPARTMENT
Buat Reservasi
RESERVE
Gejala dan pengobatan glaukoma
Apa itu glaukoma dan bagaimana cara mendeteksinya:
Glaukoma adalah penyakit yang menyebabkan kerusakan pada saraf optik dan penyempitan lapang pandang. Penyebab utamanya adalah peningkatan tekanan mata, namun glaukoma juga bisa terjadi meskipun tekanan mata normal. Penyakit ini bersifat progresif, sehingga deteksi dini sangat penting.
Metode diagnosis utama adalah sebagai berikut:
- Pemeriksaan Penglihatan: Memeriksa apakah ada penurunan penglihatan.
- Pengukuran Tekanan Mata: Karena tekanan mata yang tinggi merupakan faktor risiko, pemeriksaan ini sangat penting.
- Pemeriksaan Lapang Pandang: Memeriksa apakah ada kehilangan lapang pandang dan sejauh mana progresinya.
- Pemeriksaan Fundus: kerusakan pada kepala saraf optik dan perubahan bentuknya.
- Pemeriksaan OCT (Optical Coherence Tomography): Menilai struktur saraf optik dan ketebalan lapisan retina secara rinci.
- Pemeriksaan Sudut Mata (Gonioskopi): Memeriksa bentuk dan keadaan terbuka atau tertutupnya sudut mata, serta mengidentifikasi jenis glaukoma (glaukoma sudut terbuka atau glaukoma sudut tertutup).
Pengobatan Glaukoma:
Pengobatan glaukoma bertujuan untuk memperlambat perkembangan penyakit ini. Penyembuhan total sulit dicapai, namun dengan pengobatan dini, penglihatan dapat dijaga.
Berikut adalah metode pengobatan utama untuk glaukoma:
Terapi Obat:
Obat tetes mata adalah pengobatan utama, dan digunakan obat yang menurunkan tekanan mata. Beberapa jenis obat yang umum digunakan antara lain prostaglandin, beta-blocker, dan inhibitor karbonat anhidrase.
Terapi Laser:
- ・Laser Iridotomi:Efektif untuk glaukoma sudut tertutup.
- ・Laser Trabekuloplasti:Dilakukan untuk menurunkan tekanan mata pada glaukoma sudut terbuka.
Operasi:
Dilakukan jika obat tetes mata atau terapi laser tidak cukup efektif. Operasi yang umum dilakukan adalah “Trabekulektomi” dan “Operasi Shunt Tabung.”
Perbaikan Gaya Hidup
Penting untuk mendapatkan istirahat yang cukup, mengelola stres, dan rutin melakukan pemeriksaan.
Pengobatan dipilih sesuai dengan kondisi masing-masing pasien. Memantau perkembangan penyakit melalui pemeriksaan berkala dan melanjutkan pengobatan yang tepat sangat penting.
Apakah ada cara untuk mencegah glaukoma?
Meskipun sulit untuk mencegah glaukoma sepenuhnya, berikut adalah beberapa cara untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit ini:
- 1. Pemeriksaan Rutin: Mulailah menjalani pemeriksaan mata secara rutin setelah usia 40 tahun.
- 2. Perawatan Kesehatan Mata: Hindari kelelahan mata dan pastikan mendapatkan cukup istirahat.
- 3. Perbaikan Gaya Hidup: Konsumsilah makanan bergizi seimbang, lakukan olahraga secara teratur, dan hindari merokok.
- 4. Pengurangan Stres: Stres dapat mempengaruhi tekanan mata, jadi penting untuk memiliki waktu untuk relaksasi.
- 5. Deteksi Dini: Jika ada riwayat keluarga atau merasakan kelainan pada mata, segera periksakan ke dokter.
Deteksi dini dan manajemen yang tepat adalah kunci penting untuk mencegah perkembangan glaukoma.
Tanya Jawab Seputar Glaukoma
Apakah glaukoma dapat dialami oleh siapa saja?
Risiko lebih tinggi pada mereka yang berusia 40 tahun ke atas atau memiliki riwayat keluarga, tetapi siapa saja bisa mengalaminya.
Apakah ada gejala pada tahap awal?
Pada banyak kasus, tidak ada gejala pada tahap awal. Biasanya, seseorang baru menyadari adanya gangguan penglihatan ketika kehilangan lapang pandang sudah berkembang.
Apakah glaukoma bisa sembuh?
Glaukoma sulit disembuhkan sepenuhnya, tetapi dengan pengobatan dini, perkembangannya bisa dikendalikan.
Apakah glaukoma bisa terjadi meskipun tekanan mata normal?
Ya, ada tipe yang disebut [glaukoma tekanan normal] (normal tension glaucoma).
Apakah saya perlu melanjutkan pengobatan glaukoma?
Ya, menghentikan pengobatan bisa mempercepat perkembangan penyakit.
Apa yang harus dilakukan jika saya lupa menggunakan obat tetes mata?
Gunakan obat tetes mata segera setelah Anda ingat, dan lanjutkan dengan jadwal yang biasa setelah itu.
Daftar Departemen

Akses
Access

Menara Astra, Lantai 3,
Jl. Jenderal Sudirman,
Kavling 5-6, Karet Tengsin,
Tanah Abang,
Kota Administrasi Jakarta Pusat,
Provinsi DKI Jakarta, 10220