{"id":985,"date":"2025-03-24T08:17:21","date_gmt":"2025-03-24T08:17:21","guid":{"rendered":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/?post_type=opd&#038;p=985"},"modified":"2025-04-04T05:07:28","modified_gmt":"2025-04-04T05:07:28","slug":"measles","status":"publish","type":"opd","link":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/opd\/vaccine\/measles\/","title":{"rendered":"Apa itu Campak?"},"content":{"rendered":"<style>\n.dim{\n\tfont-size: 24px;\n\tmargin: 50px 0 0px;\n\tbackground-color: #4cb5a0;\n\tcolor: #FFFFFF;\n\tborder-top: none;\n\tpadding-top: 0 !important;\n\tpadding: 10px 15px !important;\n}\n.usp {\nfont-size: 16px;\nline-height: 1.5;\nmargin-bottom: 20px;\n}<\/p>\n<p>.underline_02 {\n\/*background:linear-gradient(transparent 85%, #f4d20c 0%);\npadding: 0 0 10px 0;*\/<\/p>\n<p>border-bottom: solid 5px #f4d20c;\npadding: 0 0 6px 0;\n}\n.asxxs {\nbackground: linear-gradient(transparent 50%, rgba(246, 185, 104, 0.5) 50%);<\/p>\n<p>}<\/p>\n<p>.asxxs02 {\nborder-bottom: 1px solid #000;\ndisplay: inline-block;<\/p>\n<p>}<\/p>\n<p>.bdsd8 {\nbackground: linear-gradient(transparent 60%, yellow 30%);\ndisplay: inline-block;\n}<\/p>\n<p>.zvxb {\npadding: 0.5em 1em;\nmargin: 2em 0;\nfont-weight: bold;\ncolor: #6091d3;\nbackground: #FFF;\nborder: solid 3px #6091d3;\nborder-radius: 10px;\n}\n.zvxb p {\nmargin: 0; \npadding: 0;\n}\n    .exam_datalist dt{\n        color: #4cb39d;\n        margin-top: 2.3em;\n        font-weight: normal;\n    }\n    .exam_datalist dd {\n        margin: .7em 0;\n        line-height: 1.8em;\n    }\n    .exam_datalist a {\n        text-decoration: underline;\n        color: #4cb5a0;\n    }\n    .exam_images {\n        gap: 2em;\n        margin-top: 1em;\n    }\n    @media screen and (min-width: 1367px) {\n        p.text_margin {\n            margin-bottom: 0 !important;\n        }\n    }\n    @media screen and (max-width: 1366px) {\n        .exam_datalist dt:first-child {\n            margin: 0;\n        }\n        .exam_images {\n            flex-direction: column !important;\n        }\n    }<\/p>\n<p>#doctor .doctorbox{\n\tdisplay: flex;\n\tflex-wrap: wrap;\n\tjustify-content: flex-start;\n\tcolumn-gap: 2%;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart{\n\twidth: 48%;\n\tmargin-bottom: 40px;\n\tdisplay: flex;\n\tjustify-content: space-between;\n\talign-items: center;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart img{\n\twidth: 37%;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart .text{\n\twidth: 60%;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart .text .name{\n\tline-height: 1.5;\n\tfont-size: 15px;\n\tfont-weight: bold;\n\tmargin-bottom: 20px;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart .text .detail li{\n\tpadding-left: 1em;\n\tborder-left: 4px solid #50b3a0;\n\tmargin-bottom: 7px;\n\tfont-size: 12px;\n}\n@media screen and (max-width: 768px){\n\t#doctor .doctorbox .doctorpart{\n\t\twidth: 100%;\n\t}\n\t#doctor .doctorbox .doctorpart img{\n\t\twidth: 32%;\n\t}\n\t#doctor .doctorbox .doctorpart .text{\n\t\twidth: 65%;\n\t}\n\t#doctor .doctorbox .doctorpart .text .name{\n\t\tfont-size: 14px;\n\t\tmargin-bottom: 15px;\n\t}\n}\n.box8 {\n    padding: 2em 1em;\n    margin: 4em 0;\n    color: #232323;\n    background: #cef9f1;\n    border-left: solid 10px #4cb5a0;\n}\n.box8 p {\n    margin: 0; \n    padding: 0;\n}<\/p>\n<\/style>\n<link rel=\"stylesheet\" href=\"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/wp-content\/themes\/clinic\/style\/css\/pages\/department-test.css?v=20240717070928\">\n<a id=\"\"><\/a><\/p>\n<div class=\"dim\">Apa itu Campak?<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nPenyakit ini disebabkan oleh infeksi virus campak yang bersifat akut, dengan gejala demam dan ruam kulit. Penyebaran virus ini sangat kuat dan dalam kasus yang parah, bisa berakibat fatal\/ mematikan.<br \/>\n Penularan dapat terjadi melalui berbagai jalur, seperti penularan udara, percikan droplet, atau kontak langsung. Kelompok usia yang paling rentan adalah anak usia 1 tahun, diikuti oleh usia 6 hingga 11 bulan, dan usia 2 tahun yang memiliki prevalensi lebih rendah. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan kasus campak pada orang dewasa menjadi masalah, dengan banyak laporan mengenai infeksi pada usia 10 hingga 20 tahun.<\/p>\n<p>Gejala campak dimulai setelah masa inkubasi 10 hingga 12 hari, dengan demam, batuk, dan pilek, yang mirip dengan gejala flu. Demam tinggi (39\u00b0C atau lebih) dan ruam kulit akan muncul dalam beberapa hari. Pneumonia dan otitis media adalah komplikasi umum, dan diperkirakan sekitar 0,1% (1 dari 1.000 orang) dapat mengalami ensefalitis .<\/p>\n<p>Karena virus ini sangat menular, pencegahan hanya dengan  mencuci tangan atau memakai masker tidak cukup. Pemberian vaksin untuk mencegah infeksi adalah cara yang paling efektif dan penting untuk mencegah penyakit ini.<br \/>\n<\/span><br \/>\n<a id=\"\"><\/a><\/p>\n<div class=\"dim\">Jumlah Dosis Vaksin Campak Berdasarkan Usia<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nDi Jepang, vaksinasi campak telah dilakukan sejak lama, namun hingga pada periode tertentu, hanya satu dosis yang diberikan, yang membuat sekitar 5% hingga 10% orang tidak memperoleh kekebalan.<br \/>\nBerikut adalah perkiraan jumlah dosis vaksin berdasarkan tahun kelahiran:<br \/>\n<\/br><br \/>\n<b class=\"asxxs\">\u25cfLahir pada tahun 1972 atau sebelumnya (saat ini berusia 52 tahun atau lebih) <\/b><br \/>\n\u21920 dosis vaksin (belum divaksin)<br \/>\n<\/br><br \/>\n<b class=\"asxxs\">\u25cfLahir antara tahun 1972 hingga 1990 (berusia 34 hingga 52 tahun) <\/b><br \/>\n\u2192 1 dosis vaksin<br \/>\n<\/br><br \/>\n<b class=\"asxxs\">\u25cfLahir pada tahun 1990 atau setelahnya (berusia 34 tahun atau lebih muda) <\/b><br \/>\n\u21921 atau 2 dosis vaksin<br \/>\n<\/span><\/p>\n<div id=\"internal-medicine\">\n<section id=\"faq\">\n<h1>Q&#038;A tentang Vaksinasi Campak dan Campak<\/h1>\n<div class=\"text\">\n<p class=\"ques\"><span class=\"\">Saya tidak tahu riwayat vaksinasi saya. Apakah saya harus melakukan tes antibodi terlebih dahulu? Apakah saya harus segera divaksinasi?<\/span><\/p>\n<p class=\"ans\">Bagi mereka yang pasti belum pernah divaksinasi sama sekali, vaksinasi sangat dianjurkan. Namun, bagi mereka yang kemungkinan besar sudah menerima satu kali vaksinasi atau lebih, disarankan untuk melakukan tes darah (Anti Measles (IgG)) untuk memeriksa antibodi dan memastikan apakah sudah memiliki kekebalan.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"text\">\n<p class=\"ques\"><span class=\"\">Berapa jarak waktu antara dosis pertama dan kedua vaksin?<\/span><\/p>\n<p class=\"ans\">Di Indonesia, tidak ada vaksin campak tunggal, sehingga vaksin MMR (Campak, Gondongan, dan Rubella) yang diberikan (di Jepang menggunakan vaksin MR, yaitu Campak dan Rubella). Interval antara dosis pertama dan kedua biasanya disarankan sekitar 4 minggu (28 hari).<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"text\">\n<p class=\"ques\"><span class=\"\">Berapa lama setelah vaksinasi efeknya mulai terasa?<\/span><\/p>\n<p class=\"ans\">Vaksin MMR mulai menunjukkan efek dalam waktu 7 hingga 10 hari setelah vaksinasi. Namun, untuk memperoleh kekebalan lengkap setelah dosis kedua, biasanya dibutuhkan waktu sekitar 2 minggu.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"text\">\n<p class=\"ques\"><span class=\"\">Jika saya divaksinasi, apakah saya tidak akan terinfeksi penyakit tersebut?<\/span><\/p>\n<p class=\"ans\">Jika telah menerima 2 dosis vaksin MMR, kemungkinan terinfeksi campak sangat rendah. Efektivitas vaksin setelah dua dosis sekitar 97%, meskipun sebagian kecil orang masih berisiko terkena infeksi.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/section>\n<\/div>\n<section class=\"yoyaku\" id=\"reserve\">\n<div class=\"title\">Reservasi dan pertanyaan, silakan hubungi kami di sini.<\/div>\n<div class=\"flex\">\n<div class=\"box\">\n<div class=\"text\"><span><\/span>Untuk yang menghubungi di luar jam kerja, silakan hubungi di sini!<span>\/<\/span><\/div>\n<p>        <a href=\"https:\/\/wa.me\/6285714049308\"><\/p>\n<div class=\"line_btn\">\n            Reservasi lewat Whatsapp\n        <\/div>\n<p>        <\/a><\/p><\/div>\n<div class=\"box\">\n<div class=\"text\"><span><\/span>Untuk yang membutuhkan layanan segera selama jam buka, silakan hubungi di sini!<span>\/<span><\/div>\n<p>        <a href=\"tel:+62 21 8665 6830\"><\/p>\n<div class=\"tel_btn\">\n            +62 21 8665 6830\n        <\/div>\n<p>        <\/a>\n    <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/section>\n","protected":false},"parent":709,"menu_order":0,"template":"","acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/opd\/985"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/opd"}],"about":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/types\/opd"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/opd\/709"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=985"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}