{"id":952,"date":"2024-11-13T06:20:31","date_gmt":"2024-11-13T06:20:31","guid":{"rendered":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/?post_type=opd&#038;p=952"},"modified":"2025-04-04T05:03:13","modified_gmt":"2025-04-04T05:03:13","slug":"hepatitis-b","status":"publish","type":"opd","link":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/opd\/disease\/hepatitis-b\/","title":{"rendered":"Komentar tentang Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Keracunan Hepatitis-B"},"content":{"rendered":"<style>\n.dim{\n\tfont-size: 24px;\n\tmargin: 50px 0 0px;\n\tbackground-color: #4cb5a0;\n\tcolor: #FFFFFF;\n\tborder-top: none;\n\tpadding-top: 0 !important;\n\tpadding: 10px 15px !important;\n}\n.usp {\nfont-size: 16px;\nline-height: 1.5;\nmargin-bottom: 20px;\n}<\/p>\n<p>.underline_02 {\n\/*background:linear-gradient(transparent 85%, #f4d20c 0%);\npadding: 0 0 10px 0;*\/<\/p>\n<p>border-bottom: solid 5px #f4d20c;\npadding: 0 0 6px 0;\n}\n.asxxs {\nbackground:linear-gradient(transparent 50%, rgba(246, 185, 104, 0.5) 50%);<\/p>\n<p>}<\/p>\n<p>.zvxb {\npadding: 0.5em 1em;\nmargin: 2em 0;\nfont-weight: bold;\ncolor: #6091d3;\nbackground: #FFF;\nborder: solid 3px #6091d3;\nborder-radius: 10px;\n}\n.zvxb p {\nmargin: 0; \npadding: 0;\n}<\/p>\n<p>#doctor .doctorbox{\n\tdisplay: flex;\n\tflex-wrap: wrap;\n\tjustify-content: flex-start;\n\tcolumn-gap: 2%;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart{\n\twidth: 48%;\n\tmargin-bottom: 40px;\n\tdisplay: flex;\n\tjustify-content: space-between;\n\talign-items: center;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart img{\n\twidth: 37%;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart .text{\n\twidth: 60%;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart .text .name{\n\tline-height: 1.5;\n\tfont-size: 15px;\n\tfont-weight: bold;\n\tmargin-bottom: 20px;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart .text .detail li{\n\tpadding-left: 1em;\n\tborder-left: 4px solid #50b3a0;\n\tmargin-bottom: 7px;\n\tfont-size: 12px;\n}\n@media screen and (max-width: 768px){\n\t#doctor .doctorbox .doctorpart{\n\t\twidth: 100%;\n\t}\n\t#doctor .doctorbox .doctorpart img{\n\t\twidth: 32%;\n\t}\n\t#doctor .doctorbox .doctorpart .text{\n\t\twidth: 65%;\n\t}\n\t#doctor .doctorbox .doctorpart .text .name{\n\t\tfont-size: 14px;\n\t\tmargin-bottom: 15px;\n\t}\n}<\/p>\n<\/style>\n<link rel=\"stylesheet\" href=\"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/wp-content\/themes\/clinic\/style\/css\/pages\/department-test.css?v=20240717070928\">\n<div class=\"dim\">Deskripsi Penyakit<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nHepatitis B adalah infeksi organ liver yang disebabkan oleh virus Hepatitis B. Penyakit ini merupakan suatu beban global yang dapat mengakibatkan kegagalan organ liver dan kanker liver. Penyakit ini mudah menular kepada sesama melalui kontak cairan tubuh ataupun darah yang terinfeksi. Pada kasus tertentu, sebagian penderita penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya, namun, tidak jarang penyakit ini memburuk dan menjadi penyakit Hepatitis B kronis. Terutama pada pasien yang terpapar oleh penyakit ini sejak usia muda. Sekarang ada sekitar 294 juta orang didunia yang memiliki Hepatitis B kronis, dan vaksinasi merupakan kunci utama mencegahnya terjadinya penyakit ini<br \/>\n<\/span><\/p>\n<section id=\"cant\">\n<div class=\"dim\">Hepatitis B di Indonesia <\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nDi Indonesia, hepatitis B masih umum terjadi, terutama pada daerah yang tergolong dtpk. Salah satu metode penyebaran paling sering adalah melalui transmisi ibu-anak yang terjadi pada saat melahirkan dan masih terbatasnya vaksinasi Hepatitis B ini yang menyebabkan angka ini masih tergolong tinggi. Kira-kira sekitar 7% dari populasi Indonesia memiliki Hepatitis B yang terdeteksi melalui HBsAg. Petugas kesehatan saat ini terus melakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan mengimplementasikan strategi untuk mengurangi penyabarannya.<br \/>\n<\/span><br \/>\n<\/section>\n<div class=\"dim\">Jalur Infeksi<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nHepatitis B disebar melalui cairan tubuh atau darah yang terinfeksi. Salah satu metode yang paling adalah transmisi Ibu ke anak, anak ke anak (melalui darah terinfeksi), hubungan seksual tanpa proteksi, dan menggunakan jarum bekas pakai. Pekerja kesehatan juga memiliki resiko tinggi untuk terinfeksi Hepatitis B akibat paparan sehari-hari terhadap cairan tubuh manusia.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<div class=\"dim\">gejala<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nGejala Hepatitis B umumnya ringan dan bahkan tidak bergejala. Yang paling sering ditemukan di fase akut adalah perasaan mudah lelah, mual, nyeri perut, urin gelap, nyeri sendi, dan muncul kekuningan pada perut ataupun mata. Walau begitu masih juga ada sebagian individu yang tidak terdeteksi penyakitnya walau sudah menjadi kronis. Komplikasi serius yang dapat muncul pada suatu individu adalah cirrhosis, gagal liver, dan kanker liver.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<div class=\"dim\">Skrining dan Pengujian<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nDalam pemeriksaan hepatitis B, umumnya dilakukan tiga jenis tes darah. Tes antigen permukaan hepatitis B (HBsAg) untuk mendeteksi infeksi aktif, tes antibodi inti hepatitis B (anti-HBc) untuk memverifikasi infeksi di masa lalu, dan tes antibodi permukaan hepatitis B (anti-HBs) untuk memeriksa adanya kekebalan akibat vaksinasi atau infeksi sebelumnya. Jika tes HBsAg positif, itu menunjukkan bahwa seseorang sedang terinfeksi saat ini. Sedangkan, jika tes anti-HBc positif, itu menunjukkan bahwa orang tersebut pernah terpapar virus di masa lalu. Jika tes anti-HBs positif, itu berarti orang tersebut memiliki kekebalan terhadap HBV. Jika HBsAg tetap positif selama lebih dari 6 bulan, itu dianggap sebagai infeksi kronis. Orang yang berisiko tinggi, seperti mereka yang memiliki pengalaman hubungan seksual tanpa perlindungan, pengguna narkoba suntik, petugas medis, wanita hamil, atau mereka yang memiliki penyakit tertentu, sebaiknya menjalani pemeriksaan. Meskipun tidak dapat melakukan pemeriksaan skrining, vaksinasi masih dapat diberikan kepada orang yang memiliki riwayat infeksi atau riwayat vaksinasi.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<div class=\"dim\">Perawatan<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nUmumnya Hepatitis B akut tidak memerlukan penangnan khusus dan bersifat supportif, namun, pada kasus Hepatitis B diperluka suatu antiviral untuk memperlambat perkembangan virus dan melindungi pasien dari perburukan penyakit. Lini pertama antivirus ini adalah tenofovir dan entecavir yang bekerja menekan aktivitas virus untuk merusak liver. Pada kasus lanjut, pasien dapat diterapi dengan transplant liver. Monitoring rutin terhadap Hepatitis B kronis sangat penting untuk mendeteksi awal terjadinya kanker liver<br \/>\n<\/span><\/p>\n<div class=\"dim\">Metode Pencegahan<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nVaksinasi merupakan cara paling efektif yang dapat memberikan hingga 95% perlindungan pada penerimanya. Anak-anak terutama yang baru lahir sebaiknya mendapatkan 3 dosis imunisasi Hepatitis B untuk mencegah transmisi ibu ke anak. Tindakan preventif lain yang dapat dilakukan adalah berhubungan seksual dengan pelindung, tidak menggunakan jarum bekas pakai, mencuci tangan setelah kontak dengan cairan tubuh orang lain. Untuk pekerja medis, menggunakan alat pelindung diri yang sesuai, menjaga steril dari alat-alat medis, 5 moment cuci tangan, dan berhati-hati dalam penanganan bahan atau zat biokimia.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<section class=\"yoyaku\" id=\"reserve\">\n<div class=\"title\">Reservasi dan pertanyaan, silakan hubungi kami di sini.<\/div>\n<div class=\"flex\">\n<div class=\"box\">\n<div class=\"text\"><span>\\<\/span>Untuk yang menghubungi di luar jam kerja, silakan hubungi di sini!<span>\/<\/span><\/div>\n<p>        <a href=\"https:\/\/wa.me\/6285714049308\"><\/p>\n<div class=\"line_btn\">\n            Reservasi lewat Whatsapp\n        <\/div>\n<p>        <\/a><\/p><\/div>\n<div class=\"box\">\n<div class=\"text\"><span>\\<\/span>Untuk yang membutuhkan layanan segera selama jam buka, silakan hubungi di sini!<span>\/<span><\/div>\n<p>        <a href=\"tel:+62 21 8665 6830\"><\/p>\n<div class=\"tel_btn\">\n            +62 21 8665 6830\n        <\/div>\n<p>        <\/a>\n    <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/section>\n<div class=\"dim\">Sumber: <\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nGuidelines for the prevention, diagnosis, care and treatment for people with chronic hepatitis B infection. Geneva: World Health Organization; 2024. Licence: CC BYNC-SA 3.0 IGO.<\/p>\n<p>Link: https:\/\/www.who.int\/publications\/i\/item\/9789240090903<br \/>\n<br \/>\nCDC.Clinical testing and diagnosis for. Hepatitis B. https:\/\/www.cdc.gov\/hepatitis-b\/hcp\/diagnosis-testing\/index.html<br \/>\n<\/span><br \/>\n<script>\n    document.addEventListener('DOMContentLoaded', function() {\n        const scrollImg = document.querySelector('img.hold');\n        const offset = 150; \/\/ Adjust this value as needed\n        let timeoutId = null;\n        function onScroll() {\n            const rect = scrollImg.getBoundingClientRect();\n            const elemTop = rect.top;\n            const elemBottom = rect.bottom;\n            const isVisible = (elemTop >= 0) && (elemBottom <= window.innerHeight + offset);\n            if (isVisible) {\n                scrollImg.classList.add('visible');\n                \/\/ Clear any existing timeout to prevent premature removal of the visible class\n                if (timeoutId) {\n                    clearTimeout(timeoutId);\n                }\n                \/\/ Set timeout to remove the visible class after 1 second\n                timeoutId = setTimeout(() => {\n                    scrollImg.classList.remove('visible');\n                }, 500);\n            }\n        }\n        window.addEventListener('scroll', onScroll);\n        window.addEventListener('resize', onScroll);\n        \/\/ Initial check\n        onScroll();\n    });\n  <\/script><\/p>\n","protected":false},"parent":931,"menu_order":0,"template":"","acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/opd\/952"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/opd"}],"about":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/types\/opd"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/opd\/931"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=952"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}