{"id":951,"date":"2024-11-13T06:14:10","date_gmt":"2024-11-13T06:14:10","guid":{"rendered":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/?post_type=opd&#038;p=951"},"modified":"2025-04-04T05:03:30","modified_gmt":"2025-04-04T05:03:30","slug":"hiv","status":"publish","type":"opd","link":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/opd\/disease\/hiv\/","title":{"rendered":"Komentar tentang Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Keracunan HIV"},"content":{"rendered":"<style>\n.dim{\n\tfont-size: 24px;\n\tmargin: 50px 0 0px;\n\tbackground-color: #4cb5a0;\n\tcolor: #FFFFFF;\n\tborder-top: none;\n\tpadding-top: 0 !important;\n\tpadding: 10px 15px !important;\n}\n.usp {\nfont-size: 16px;\nline-height: 1.5;\nmargin-bottom: 20px;\n}<\/p>\n<p>.underline_02 {\n\/*background:linear-gradient(transparent 85%, #f4d20c 0%);\npadding: 0 0 10px 0;*\/<\/p>\n<p>border-bottom: solid 5px #f4d20c;\npadding: 0 0 6px 0;\n}\n.asxxs {\nbackground:linear-gradient(transparent 50%, rgba(246, 185, 104, 0.5) 50%);<\/p>\n<p>}<\/p>\n<p>.zvxb {\npadding: 0.5em 1em;\nmargin: 2em 0;\nfont-weight: bold;\ncolor: #6091d3;\nbackground: #FFF;\nborder: solid 3px #6091d3;\nborder-radius: 10px;\n}\n.zvxb p {\nmargin: 0; \npadding: 0;\n}<\/p>\n<p>#doctor .doctorbox{\n\tdisplay: flex;\n\tflex-wrap: wrap;\n\tjustify-content: flex-start;\n\tcolumn-gap: 2%;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart{\n\twidth: 48%;\n\tmargin-bottom: 40px;\n\tdisplay: flex;\n\tjustify-content: space-between;\n\talign-items: center;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart img{\n\twidth: 37%;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart .text{\n\twidth: 60%;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart .text .name{\n\tline-height: 1.5;\n\tfont-size: 15px;\n\tfont-weight: bold;\n\tmargin-bottom: 20px;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart .text .detail li{\n\tpadding-left: 1em;\n\tborder-left: 4px solid #50b3a0;\n\tmargin-bottom: 7px;\n\tfont-size: 12px;\n}\n@media screen and (max-width: 768px){\n\t#doctor .doctorbox .doctorpart{\n\t\twidth: 100%;\n\t}\n\t#doctor .doctorbox .doctorpart img{\n\t\twidth: 32%;\n\t}\n\t#doctor .doctorbox .doctorpart .text{\n\t\twidth: 65%;\n\t}\n\t#doctor .doctorbox .doctorpart .text .name{\n\t\tfont-size: 14px;\n\t\tmargin-bottom: 15px;\n\t}\n}<\/p>\n<\/style>\n<link rel=\"stylesheet\" href=\"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/wp-content\/themes\/clinic\/style\/css\/pages\/department-test.css?v=20240717070928\">\n<div class=\"dim\">Deskripsi Penyakit<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nHIV, atau virus imunodefisiensi manusia, adalah virus yang menyerang sel T positif CD4, yang penting untuk sistem kekebalan tubuh. Jika tidak diobati, HIV dapat berkembang menjadi AIDS (sindrom defisiensi imun yang didapat). Orang dengan HIV lebih rentan terhadap infeksi dan jenis kanker tertentu karena sistem kekebalan tubuh mereka lebih lemah. HIV pertama kali ditemukan pada tahun 1980-an dan telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang besar di seluruh dunia. Virus ini dapat tetap tidak aktif dalam tubuh untuk waktu yang lama. Meskipun belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan HIV secara total, pengobatan yang tepat dapat membantu mengelola gejala dan memungkinkan orang untuk tetap sehat dalam waktu yang lama.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<section id=\"cant\">\n<div class=\"dim\">Keadaan HIV di Indonesia <\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nIndonesia menghadapi tantangan kesehatan masyarakat yang serius terkait HIV, dengan sekitar 540.000 orang hidup dengan virus ini. Pada tahun 2023, diperkirakan akan ada sekitar 28.000 infeksi HIV baru. Hampir setengah dari kasus baru ini\u2014sekitar 49%\u2014kemungkinan akan terjadi pada kaum muda berusia 15 hingga 24 tahun. Penyebab utama infeksi ini adalah aktivitas seksual, terutama hubungan seks tanpa pelindung dengan banyak pasangan, serta masalah terkait dengan infeksi menular seksual yang meningkatkan risiko terinfeksi HIV.<br \/>\n<\/span><br \/>\n<\/section>\n<div class=\"dim\">Jalur Infeksi<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nHIV terutama menyebar melalui cairan tubuh seperti darah, sperma, cairan vagina, dan air susu ibu. Risiko tertular HIV paling tinggi terjadi melalui hubungan seks tanpa perlindungan, berbagi jarum suntik (terutama dalam penggunaan obat narkotik), serta penularan dari ibu yang terinfeksi kepada anaknya selama kehamilan, persalinan, atau menyusui.HIV tidak dapat ditularkan melalui kontak biasa, seperti pernapasan dalam udara yang sama, atau gigitan nyamuk maupun serangga lainnya.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<div class=\"dim\">gejala<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nGejala tahap awal infeksi HIV akut akan muncul dalam waktu 2 hingga 4 minggu setelah terpapar. Gejala awalnya bisa berupa demam dan sakit tenggorokan, yang mirip dengan gejala flu. Tahap berikutnya adalah infeksi HIV kronis, di mana virus masih berkembang biak, tetapi tidak menimbulkan gejala yang jelas. Namun, jika tidak diobati, tahap ini bisa berkembang menjadi AIDS, yang merupakan tahap paling serius, biasanya dalam waktu 10 tahun atau kurang. HIV mudah menyebar pada tahap awal, dan orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah lebih berisiko terkena infeksi serta beberapa jenis kanker.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<section class=\"yoyaku\" id=\"reserve\">\n<div class=\"title\">Reservasi dan pertanyaan, silakan hubungi kami di sini.<\/div>\n<div class=\"flex\">\n<div class=\"box\">\n<div class=\"text\"><span>\\<\/span>Untuk yang menghubungi di luar jam kerja, silakan hubungi di sini!<span>\/<\/span><\/div>\n<p>        <a href=\"https:\/\/wa.me\/6285714049308\"><\/p>\n<div class=\"line_btn\">\n            Reservasi lewat Whatsapp\n        <\/div>\n<p>        <\/a><\/p><\/div>\n<div class=\"box\">\n<div class=\"text\"><span>\\<\/span>Untuk yang membutuhkan layanan segera selama jam buka, silakan hubungi di sini!<span>\/<span><\/div>\n<p>        <a href=\"tel:+62 21 8665 6830\"><\/p>\n<div class=\"tel_btn\">\n            +62 21 8665 6830\n        <\/div>\n<p>        <\/a>\n    <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/section>\n<p><script>\n    document.addEventListener('DOMContentLoaded', function() {\n        const scrollImg = document.querySelector('img.hold');\n        const offset = 150; \/\/ Adjust this value as needed\n        let timeoutId = null;\n        function onScroll() {\n            const rect = scrollImg.getBoundingClientRect();\n            const elemTop = rect.top;\n            const elemBottom = rect.bottom;\n            const isVisible = (elemTop >= 0) && (elemBottom <= window.innerHeight + offset);\n            if (isVisible) {\n                scrollImg.classList.add('visible');\n                \/\/ Clear any existing timeout to prevent premature removal of the visible class\n                if (timeoutId) {\n                    clearTimeout(timeoutId);\n                }\n                \/\/ Set timeout to remove the visible class after 1 second\n                timeoutId = setTimeout(() => {\n                    scrollImg.classList.remove('visible');\n                }, 500);\n            }\n        }\n        window.addEventListener('scroll', onScroll);\n        window.addEventListener('resize', onScroll);\n        \/\/ Initial check\n        onScroll();\n    });\n  <\/script><\/p>\n","protected":false},"parent":931,"menu_order":0,"template":"","acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/opd\/951"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/opd"}],"about":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/types\/opd"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/opd\/931"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=951"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}