{"id":933,"date":"2024-10-08T14:34:10","date_gmt":"2024-10-08T14:34:10","guid":{"rendered":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/?post_type=opd&#038;p=933"},"modified":"2025-04-04T05:05:19","modified_gmt":"2025-04-04T05:05:19","slug":"acute-gastroenteritis","status":"publish","type":"opd","link":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/opd\/disease\/acute-gastroenteritis\/","title":{"rendered":"Penjelasan tentang Gejala, Penyebab, dan Pengobatan GASTROENTERITIS AKUT"},"content":{"rendered":"<style>\n.dim{\n\tfont-size: 24px;\n\tmargin: 50px 0 0px;\n\tbackground-color: #4cb5a0;\n\tcolor: #FFFFFF;\n\tborder-top: none;\n\tpadding-top: 0 !important;\n\tpadding: 10px 15px !important;\n}\n.usp {\nfont-size: 16px;\nline-height: 1.5;\nmargin-bottom: 20px;\n}<\/p>\n<p>.underline_02 {\n\/*background:linear-gradient(transparent 85%, #f4d20c 0%);\npadding: 0 0 10px 0;*\/<\/p>\n<p>border-bottom: solid 5px #f4d20c;\npadding: 0 0 6px 0;\n}\n.asxxs {\nbackground:linear-gradient(transparent 50%, rgba(246, 185, 104, 0.5) 50%);<\/p>\n<p>}<\/p>\n<p>.zvxb {\npadding: 0.5em 1em;\nmargin: 2em 0;\nfont-weight: bold;\ncolor: #6091d3;\nbackground: #FFF;\nborder: solid 3px #6091d3;\nborder-radius: 10px;\n}\n.zvxb p {\nmargin: 0; \npadding: 0;\n}\n    .exam_datalist dt{\n        color: #4cb39d;\n        margin-top: 2.3em;\n        font-weight: normal;\n    }\n    .exam_datalist dd {\n        margin: .7em 0;\n        line-height: 1.8em;\n    }\n    .exam_datalist a {\n        text-decoration: underline;\n        color: #4cb5a0;\n    }\n    .exam_images {\n        gap: 2em;\n        margin-top: 1em;\n    }\n    @media screen and (min-width: 1367px) {\n        p.text_margin {\n            margin-bottom: 0 !important;\n        }\n    }\n    @media screen and (max-width: 1366px) {\n        .exam_datalist dt:first-child {\n            margin: 0;\n        }\n        .exam_images {\n            flex-direction: column !important;\n        }\n    }<\/p>\n<p>#doctor .doctorbox{\n\tdisplay: flex;\n\tflex-wrap: wrap;\n\tjustify-content: flex-start;\n\tcolumn-gap: 2%;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart{\n\twidth: 48%;\n\tmargin-bottom: 40px;\n\tdisplay: flex;\n\tjustify-content: space-between;\n\talign-items: center;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart img{\n\twidth: 37%;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart .text{\n\twidth: 60%;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart .text .name{\n\tline-height: 1.5;\n\tfont-size: 15px;\n\tfont-weight: bold;\n\tmargin-bottom: 20px;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart .text .detail li{\n\tpadding-left: 1em;\n\tborder-left: 4px solid #50b3a0;\n\tmargin-bottom: 7px;\n\tfont-size: 12px;\n}\n@media screen and (max-width: 768px){\n\t#doctor .doctorbox .doctorpart{\n\t\twidth: 100%;\n\t}\n\t#doctor .doctorbox .doctorpart img{\n\t\twidth: 32%;\n\t}\n\t#doctor .doctorbox .doctorpart .text{\n\t\twidth: 65%;\n\t}\n\t#doctor .doctorbox .doctorpart .text .name{\n\t\tfont-size: 14px;\n\t\tmargin-bottom: 15px;\n\t}\n}<\/p>\n<\/style>\n<link rel=\"stylesheet\" href=\"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/wp-content\/themes\/clinic\/style\/css\/pages\/department-test.css?v=20240717070928\">\n<div class=\"dim\">Apa itu flu perut?<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nYa, flu perut atau gastroenteritis adalah kondisi medis berupa peradangan pada dinding saluran pencernaan, seperti usus dan lambung. Kondisi ini dapat menyebabkan penderitanya mengalami diare, sakit perut, serta mual dan muntah. <\/p>\n<p><\/span><\/p>\n<div class=\"dim\">Mengenai gastroenteritis<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nGastroenteritis (GE) adalah peradangan pada lapisan lambung dan usus kecil, yang ditandai dengan buang air besar >3 kali dalam 24 jam. GE akut terjadi dalam waktu kurang dari 14 hari dan GE kronis berlangsung lebih dari 30 hari. Gejalanya meliputi mual, muntah, nyeri perut, nyeri ulu hati, kejang usus (tenesmus), demam, dan tanda-tanda dehidrasi.<br \/>\nGastroenteritis virus memiliki masa inkubasi yang singkat dan frekuensi muntah yang tinggi, termasuk diare. Pengobatannya biasanya berupa penggantian cairan dan nutrisi secara terus menerus. Pasien dengan dehidrasi berat memerlukan cairan infus. Penyebab lainnya termasuk infeksi, malabsorpsi, keracunan makanan, alergi, dan kondisi psikologi pasien. Rotavirus adalah penyebab paling umum di antara anak-anak berusia 5 tahun atau lebih muda. Infeksi lainnya termasuk disentri, giardiasis, dan kolera.<br \/>\nHasil pengobatan GE umumnya baik, tetapi dehidrasi berat dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan tepat. Pencegahan difokuskan pada edukasi kepada masyarakat mengenai sanitasi dan kebersihan air, makanan, dan minuman. Vaksinasi rotavirus, terutama pada anak-anak, merupakan komponen penting untuk mencegah diare.<\/p>\n<p><\/span><\/p>\n<section id=\"exam\">\n<div class=\"dim\">Penyebab gastroenteritis<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nGastroenteritis disebabkan oleh dua jenis virus yang umum:<br \/>\n<\/span><\/p>\n<div class=\"text\">\n<dl class=\"exam_datalist\">\n<dt><b>Rotavirus<\/b><\/dt>\n<dd>Virus yang ditularkan melalui mulut ini cenderung menular pada bayi dan anak-anak karena anak-anak sering memasukkan jari atau benda lain yang terkontaminasi ke dalam mulut mereka. Orang dewasa yang terinfeksi virus jenis ini mungkin tidak mengalami gejala apa pun, tetapi mereka masih dapat menularkannya kepada anak kecil dan bayi.<\/dd>\n<dt><b>Norovirus<\/b><\/dt>\n<dd>Virus jenis ini dapat menginfeksi siapa saja di segala usia, baik orang dewasa maupun anak-anak. Sebagian besar kasus keracunan makanan yang terjadi di seluruh dunia disebabkan oleh virus ini. Beberapa tempat yang sering menjadi tempat penularan virus ini adalah ruang kelas atau sekolah, asrama sekolah atau kampus, dan tempat penitipan anak.<br \/>\nMakanan dan air yang terkontaminasi adalah alasan utama penyebaran virus ini, tetapi kontak langsung dengan orang yang terinfeksi juga dapat menularkan virus ini.<\/dd>\n<dt><b>Bakteri<\/b><\/dt>\n<dd>Pada gastroenteritis yang disebabkan oleh bakteri, mekanisme yang terjadi meliputi invasi mukosa, adhesi, dan produksi toksin. Usus halus memiliki peran penting dalam menyerap cairan, namun pada penderita gastroenteritis, usus halus gagal menyerap cairan karena adanya toksin di dalam usus.<\/dd>\n<\/dl><\/div>\n<\/section>\n<div class=\"dim\">Perawatan gastroenteritis<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nSebagian besar kasus gastroenteritis dapat sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan perawatan medis khusus. Untuk mempercepat proses pemulihan dan mencegah dehidrasi, pasien gastroenteritis disarankan untuk melakukan perawatan mandiri di rumah, seperti beristirahat yang cukup dan banyak minum air putih. Selain itu, pasien gastroenteritis juga disarankan untuk mengonsumsi makanan sedikit demi sedikit agar tidak memperburuk rasa mual dan muntah.<br \/>\n<br \/>\nNamun, jika gejala yang muncul cukup parah, dokter akan memberikan cairan infus dan obat-obatan, seperti pereda nyeri dan mual. Dokter juga dapat meresepkan antibiotik untuk mengobati gastroenteritis yang disebabkan oleh infeksi bakteri.<\/p>\n<p><\/span><\/p>\n<section id=\"cant\">\n<div class=\"dim\">Pencegahan gastroenteritis<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nGastroenteritis adalah penyakit yang dapat dicegah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Berikut ini adalah langkah-langkah pencegahan gastroenteritis yang dapat Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari:<br \/>\n<\/br><\/p>\n<div style=\" padding: 1.5em 1em; margin: 2em 0; color: #000000; background: #FFF; border: solid 3px #4E1C80; border-radius: 30px; font-size: 16px; line-height: 1.5;\"><!--font-weight: bold;--><br \/>\n<span style=\"margin: 0; padding: 0;\" >\u25cf <b class=\"asxxs\">Berikan vaksinasi rotavirus pada anak Anda secara teratur.<\/b><br \/>\n<br \/>\n\u25cf <b class=\"asxxs\">Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah menggunakan toilet dan sebelum makan.<\/b><br \/>\n<br \/>\n\u25cf <b class=\"asxxs\">Pastikan makanan disiapkan dengan peralatan masak yang bersih dan steril.<\/b><br \/>\n<br \/>\n\u25cf <b class=\"asxxs\">Hindari berbagi barang pribadi, seperti alat makan dan handuk.<\/b><br \/>\n<br \/>\n\u25cf <b class=\"asxxs\">Hindari mengonsumsi makanan mentah.<\/b><br \/>\n<br \/>\n\u25cf <b class=\"asxxs\">Jaga jarak dengan penderita gastroenteritis.<\/b><\/span>\n<\/div>\n<p><\/span><br \/>\n<\/section>\n<div class=\"dim\">Vaksinasi untuk gastroenteritis<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nVaksin rotavirus adalah vaksin untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh infeksi rotavirus, seperti diare. Infeksi rotavirus merupakan penyebab utama diare yang disertai dehidrasi berat.<br \/>\nTerdapat 2 jenis vaksin rotavirus oral, yaitu vaksin monovalen (RV1) yang mengandung virus yang dilemahkan dan vaksin pentavalen (RV5) yang mengandung virus hidup. Virus dalam vaksin akan bereplikasi di dalam usus dan berinteraksi dengan sistem kekebalan tubuh pasien untuk memberikan kekebalan.<br \/>\nVaksin RV1 diberikan sebanyak 2 kali dengan interval 4 minggu, pada anak usia 6-24 minggu. Vaksin RV5 diberikan sebanyak 3 kali dengan interval 4 minggu antar dosis, pada anak usia 6-32 minggu.<\/p>\n<p><\/span><\/p>\n<section id=\"doctor\">\n<h1>\u76e3\u4fee\u3057\u305f\u533b\u5e2b<\/h1>\n<ul class=\"doctorbox\">\n<li class=\"doctorpart\">\n        <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/\u30a2\u30bb\u30c3\u30c8-26@2x-8.png\" alt=\"\"><\/p>\n<div class=\"text\">\n<div class=\"name\">\n            \u5185\u79d1<br \/>Dr.Kanti Widya paramartha\n        <\/div>\n<p><!--        \n\n<ul class=\"detail\">\n            \n\n<li>\u8a3a\u5bdf\u66dc\u65e5\uff1a\u6708\u66dc\u65e5\u304b\u3089\u6728\u66dc\u65e5\u3001\u65e5\u66dc\u65e5<\/li>\n\n\n            \n\n<li>\u8a3a\u5bdf\u6642\u9593\uff1a8:00~18:00<\/li>\n\n\n            \n\n<li>\u8a00\u8a9e\uff1a\u30a4\u30f3\u30c9\u30cd\u30b7\u30a2\u8a9e\u30fb\u82f1\u8a9e<\/li>\n\n\n        <\/ul>\n\n-->\n        <\/div>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/section>\n<section class=\"yoyaku\" id=\"reserve\">\n<div class=\"title\">Reservasi dan pertanyaan, silakan hubungi kami di sini.<\/div>\n<div class=\"flex\">\n<div class=\"box\">\n<div class=\"text\"><span>\\<\/span>Untuk yang menghubungi di luar jam kerja, silakan hubungi di sini!<span>\/<\/span><\/div>\n<p>        <a href=\"https:\/\/wa.me\/6285714049308\"><\/p>\n<div class=\"line_btn\">\n            Reservasi lewat Whatsapp\n        <\/div>\n<p>        <\/a><\/p><\/div>\n<div class=\"box\">\n<div class=\"text\"><span>\\<\/span>Untuk yang membutuhkan layanan segera selama jam buka, silakan hubungi di sini!<span>\/<span><\/div>\n<p>        <a href=\"tel:+62 21 8665 6830\"><\/p>\n<div class=\"tel_btn\">\n            +62 21 8665 6830\n        <\/div>\n<p>        <\/a>\n    <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/section>\n<div class=\"dim\">Sumber:<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nPB IDI. Panduan Praktik Klinis Dokter di Fasilitas Tingkat Pertama. Cetakan ke-2. Jakarta; 2017<br \/>\nMedscape. Viral gastroenteritis. Tersedia di: https:\/\/emedicine.medscape.com\/article\/176515-overview#a4<br \/>\nBurke RM, Tate JE, et al. Global Experience With Rotavirus Vaccines. J Infect Dis. 2021 Dec 20;224(12 Suppl 2):S792-S800. doi: 10.1093\/infdis\/jiab399. PMID: 34374426; PMCID: PMC8687052.<br \/>\nNational Center for Biotechnology Information. PubChem Patent Summary for US-5932223-A, Rotavirus vaccine formulations. November 2022. https:\/\/pubchem.ncbi.nlm.nih.gov\/patent\/US-5932223-A.<\/p>\n<p><\/span><\/p>\n","protected":false},"parent":931,"menu_order":0,"template":"","acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/opd\/933"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/opd"}],"about":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/types\/opd"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/opd\/931"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=933"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}