{"id":932,"date":"2024-10-08T14:25:09","date_gmt":"2024-10-08T14:25:09","guid":{"rendered":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/?post_type=opd&#038;p=932"},"modified":"2025-04-04T05:05:33","modified_gmt":"2025-04-04T05:05:33","slug":"penjelasan-tentang-gejala-penyebab-dan-pengobatan-disentri-amebiasis","status":"publish","type":"opd","link":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/opd\/disease\/penjelasan-tentang-gejala-penyebab-dan-pengobatan-disentri-amebiasis\/","title":{"rendered":"Penjelasan tentang Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Disentri amebiasis"},"content":{"rendered":"<style>\n.dim{\n\tfont-size: 24px;\n\tmargin: 50px 0 0px;\n\tbackground-color: #4cb5a0;\n\tcolor: #FFFFFF;\n\tborder-top: none;\n\tpadding-top: 0 !important;\n\tpadding: 10px 15px !important;\n}\n.usp {\nfont-size: 16px;\nline-height: 1.5;\nmargin-bottom: 20px;\n}<\/p>\n<p>.underline_02 {\n\/*background:linear-gradient(transparent 85%, #f4d20c 0%);\npadding: 0 0 10px 0;*\/<\/p>\n<p>border-bottom: solid 5px #f4d20c;\npadding: 0 0 6px 0;\n}\n.asxxs {\nbackground:linear-gradient(transparent 50%, rgba(246, 185, 104, 0.5) 50%);<\/p>\n<p>}<\/p>\n<p>.zvxb {\npadding: 0.5em 1em;\nmargin: 2em 0;\nfont-weight: bold;\ncolor: #6091d3;\nbackground: #FFF;\nborder: solid 3px #6091d3;\nborder-radius: 10px;\n}\n.zvxb p {\nmargin: 0; \npadding: 0;\n}<\/p>\n<p>#doctor .doctorbox{\n\tdisplay: flex;\n\tflex-wrap: wrap;\n\tjustify-content: flex-start;\n\tcolumn-gap: 2%;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart{\n\twidth: 48%;\n\tmargin-bottom: 40px;\n\tdisplay: flex;\n\tjustify-content: space-between;\n\talign-items: center;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart img{\n\twidth: 37%;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart .text{\n\twidth: 60%;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart .text .name{\n\tline-height: 1.5;\n\tfont-size: 15px;\n\tfont-weight: bold;\n\tmargin-bottom: 20px;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart .text .detail li{\n\tpadding-left: 1em;\n\tborder-left: 4px solid #50b3a0;\n\tmargin-bottom: 7px;\n\tfont-size: 12px;\n}\n@media screen and (max-width: 768px){\n\t#doctor .doctorbox .doctorpart{\n\t\twidth: 100%;\n\t}\n\t#doctor .doctorbox .doctorpart img{\n\t\twidth: 32%;\n\t}\n\t#doctor .doctorbox .doctorpart .text{\n\t\twidth: 65%;\n\t}\n\t#doctor .doctorbox .doctorpart .text .name{\n\t\tfont-size: 14px;\n\t\tmargin-bottom: 15px;\n\t}\n}<\/p>\n<\/style>\n<link rel=\"stylesheet\" href=\"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/wp-content\/themes\/clinic\/style\/css\/pages\/department-test.css?v=20240717070928\">\n<div class=\"dim\">Apa yang dimaksud dengan disentri amebiasis?<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nDisentri amoebiasis atau disentri amuba atau amebiasis digambarkan sebagai infeksi saluran cerna yang disebabkan oleh parasit yang disebut Entamoeba histolytica, dengan atau tanpa tanda gejala. Meskipun 90% infeksi E. histolytica tidak menunjukkan gejala, amoebiasis dapat menunjukkan gejala seperti diare yang mengandung darah atau lendir. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh mengkonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi oleh tinja yang mengandung kista E. histolytica, bentuk infeksius dari parasit ini, tetapi juga dapat menyebar secara seksual melalui kontak oral-anal. Infeksi terjadi di seluruh dunia, tetapi lebih sering terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dengan kesehatan masyarakat yang tidak mencukupi.  Negara-negara berkembang di Amerika Tengah dan Selatan, Afrika, dan Asia memiliki tingkat infeksi yang tinggi. Amebiasis umumnya menyerang individu dari segala usia dan tidak ada perbedaan jenis kelamin pada amebiasis pada anak-anak. Namun, penyakit invasif lebih sering terjadi pada laki-laki daripada perempuan pada populasi orang dewasa. <\/p>\n<p><\/span><\/p>\n<section id=\"cant\">\n<div class=\"dim\">Gejala<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nGejala amebiasis bervariasi dari tanpa gejala hingga infeksi parah yang jarang terjadi. Amebiasis memiliki dua bentuk klinis utama: usus dan ekstraintestinal. E. histolytica terutama menyebabkan amebiasis usus dan gejalanya biasanya muncul secara bertahap dalam waktu satu hingga tiga minggu. Gejala yang umum terjadi adalah diare, tinja berdarah, mual dan muntah, sakit perut, penurunan berat badan, dan demam tinggi.<br \/>\nAmebiasis ekstraintestinal terjadi ketika parasit memasuki aliran darah, dan dapat menyebar ke seluruh tubuh dan mencapai organ-organ seperti hati, paru-paru, dan otak. Amebiasis ekstraintestinal ditandai dengan berbagai penyakit, tergantung pada organ yang terdampak. Dua jenis amebiasis ekstraintestinal yang paling umum adalah amebiasis hepatik (hati) dan pulmonal (paru). Abses hati amuba (kumpulan nanah dalam hati) dapat berkembang berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah seseorang terinfeksi. Gejalanya meliputi demam, nyeri pada kuadran kanan atas, dan kurang dari 10% pasien mengalami penyakit kuning. Komplikasi penyakit ini pada paru dapat menyebabkan gejala berupa demam, batuk, dan ketidaknyamanan pernapasan.<br \/>\n<\/span><br \/>\n<\/section>\n<div class=\"dim\">Disentri Amuba vs Diare Lainnya<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nDiare didefinisikan sebagai peningkatan kandungan air dalam tinja yang disebabkan oleh ketidakseimbangan fungsi normal usus yang bertanggung jawab atas penyerapan berbagai ion, substrat lain, dan terutama air. Diare dikategorikan menjadi akut atau kronis dan menular atau tidak menular. Infeksi adalah penyebab umum diare dan sebagian besar kasus disebabkan oleh infeksi virus yang biasanya ditandai dengan tinja encer yang tidak berdarah. Di sisi lain, disentri adalah infeksi usus yang menyebabkan diare berdarah atau berisi lendir. Ada dua jenis utama disentri, yaitu disentri amuba dan disentri basiler.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<div class=\"dim\">Tes Diagnostik<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nAmebiasis dapat didiagnosis dengan mengamati bakteri menggunakan mikroskop langsung pada tinja atau usapan dubur. Jika dokter Anda mencurigai Anda menderita disentri, mereka akan meminta sampel tinja dan mengirimkannya ke laboratorium. Namun demikian, hasil pemeriksaan kultur tidak selalu positif dengan tingkat keberhasilan sekitar 60% dan hanya ditemukan pada 30% kasus. Tingkat keparahan diare Anda dapat ditentukan dengan pemeriksaan darah lengkap, pengukuran elektrolit, dan tes fungsi ginjal. Kolonoskopi juga dapat dianggap sesuai bila tes tinja negatif untuk amebiasis. Dokter Anda mungkin akan memerintahkan pemeriksaan tambahan seperti CT scan, terutama pada kasus amebiasis ekstraintestinal.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<div class=\"dim\">Perawatan<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nDisentri berpotensi fatal dan sangat berbahaya jika tidak ditangani dengan baik terutama pada anak kecil, orang yang berusia di atas 50 tahun, wanita hamil, dan mereka yang mengalami dehidrasi atau kekurangan gizi. Angka kematian kurang dari 1% untuk pasien yang memiliki infeksi tanpa komplikasi dan mendapatkan pengobatan dini. Oleh karena itu, semua infeksi E. histolytica harus diobati untuk menghilangkan kemungkinan penyebaran dan timbulnya komplikasi di luar usus. Pasien harus menghubungi penyedia layanan kesehatan mereka jika mengalami gejala diare dan tinja berdarah untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut dan pengobatan yang tepat. Pengobatan penyakit ini meliputi antibiotik yang harus diresepkan oleh dokter dan obat gejala seperti antiemetik. Pasien juga disarankan untuk minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<section id=\"cant\">\n<div class=\"dim\">Pencegahan<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nKarena amebiasis menyebar melalui jalur oral-tinja dan tidak ada vaksin atau obat pencegahan untuk mencegah amebiasis, Anda dapat mengurangi kemungkinan terkena infeksi dengan mempraktikkan kebersihan yang baik.<br \/>\n<\/br><\/p>\n<div style=\" padding: 1.5em 1em; margin: 2em 0; color: #000000; background: #FFF; border: solid 3px #4E1C80; border-radius: 30px; font-size: 16px; line-height: 1.5;\">Pencegahan disentri amebiasis meliputi:<br \/>\nKebersihan tangan yang baik: cuci tangan Anda dengan sabun dan air mengalir setelah anda pergi ke kamar mandi, memegang sampah, menyentuh hewan, dan juga sebelum memegang atau memakan makanan.<br \/>\nCuci semua buah dan sayuran dengan air bersih yang mengalir dan kupas sebelum memakannya.<br \/>\nHindari ikan atau daging setengah matang dan masaklah semua makanan dengan matang.<br \/>\nJangan gunakan air untuk konsumsi seperti minum, menyikat gigi, atau memasak jika Anda tidak yakin air tersebut sudah disanitasi atau steril.<br \/>\nJauhi orang yang menderita disentri untuk menghindari risiko penularan<br \/>\nJangan berbagi handuk, sikat gigi, gelas, atau barang pribadi lainnya terutama dengan orang yang menderita disentri\n<\/div>\n<p><\/span><br \/>\n<\/section>\n<section id=\"doctor\">\n<h1>\u76e3\u4fee\u3057\u305f\u533b\u5e2b<\/h1>\n<ul class=\"doctorbox\">\n<li class=\"doctorpart\" style=\"margin-bottom: 0;\">\n        <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/\u30a2\u30bb\u30c3\u30c8-27@2x-8.png\" alt=\"\"><\/p>\n<div class=\"text\">\n<div class=\"name\">\n            \u5185\u79d1<br \/>Dr.Thoe,Isabella Roseline P.P.\n        <\/div>\n<p><!--        \n\n<ul class=\"detail\">\n            \n\n<li>\u8a3a\u5bdf\u66dc\u65e5\uff1a\u706b\u66dc\u65e5\u304b\u3089\u571f\u66dc\u65e5<\/li>\n\n\n            \n\n<li>\u8a3a\u5bdf\u6642\u9593\uff1a8:00~18:00<\/li>\n\n\n            \n\n<li>\u8a00\u8a9e\uff1a\u30a4\u30f3\u30c9\u30cd\u30b7\u30a2\u8a9e\u30fb\u82f1\u8a9e<\/li>\n\n\n        <\/ul>\n\n-->\n        <\/div>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/section>\n<section class=\"yoyaku\" id=\"reserve\">\n<div class=\"title\">Reservasi dan pertanyaan, silakan hubungi kami di sini.<\/div>\n<div class=\"flex\">\n<div class=\"box\">\n<div class=\"text\"><span>\\<\/span>Untuk yang menghubungi di luar jam kerja, silakan hubungi di sini!<span>\/<\/span><\/div>\n<p>        <a href=\"https:\/\/wa.me\/6285714049308\"><\/p>\n<div class=\"line_btn\">\n            Reservasi lewat Whatsapp\n        <\/div>\n<p>        <\/a><\/p><\/div>\n<div class=\"box\">\n<div class=\"text\"><span>\\<\/span>Untuk yang membutuhkan layanan segera selama jam buka, silakan hubungi di sini!<span>\/<span><\/div>\n<p>        <a href=\"tel:+62 21 8665 6830\"><\/p>\n<div class=\"tel_btn\">\n            +62 21 8665 6830\n        <\/div>\n<p>        <\/a>\n    <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/section>\n<div class=\"dim\">Referensi:<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nReferences:<br \/>\nNasrallah J, Akhoundi M, Haouchine D, Marteau A, Mantelet S, Wind P, et al. Updates on the worldwide burden of amoebiasis: A case series and literature review. J Infect Public Health [Internet]. 2022;15(10):1134\u201341. Available from: http:\/\/dx.doi.org\/10.1016\/j.jiph.2022.08.013<br \/>\nZulfiqar H, Mathew G, Horrall S. Amebiasis. StatPearls Publishing; 2023.<br \/>\nMor\u00e1n P, Serrano-V\u00e1zquez A, Rojas-Vel\u00e1zquez L, Gonz\u00e1lez E, P\u00e9rez-Ju\u00e1rez H, Hern\u00e1ndez EG, et al. Amoebiasis: Advances in diagnosis, treatment, immunology features and the interaction with the intestinal ecosystem. Int J Mol Sci [Internet]. 2023 [cited 2024 Jul 3];24(14):11755. Available from: http:\/\/dx.doi.org\/10.3390\/ijms241411755<br \/>\nChou A, Austin RL. Entamoeba histolytica Infection. StatPearls Publishing; 2023.<br \/>\nAmebiasis [Internet]. Cdc.gov. 2019 [cited 2024 Jul 3]. Available from: https:\/\/www.cdc.gov\/dpdx\/amebiasis\/index.html<br \/>\nNemeth V, Pfleghaar N. Diarrhea. StatPearls Publishing; 2022.<br \/>\nBarr W, Smith A. Acute diarrhea in adults. afp [Internet].<br \/>\n2014 [cited 2024 Jul 5];89(3):180\u20139. Available<br \/>\nfrom: https:\/\/www.aafp.org\/pubs\/afp\/issues\/2014\/0201\/p180.html<br \/>\n<\/span><br \/>\n<script>\n    document.addEventListener('DOMContentLoaded', function() {\n        const scrollImg = document.querySelector('img.hold');\n        const offset = 150; \/\/ Adjust this value as needed\n        let timeoutId = null;\n        function onScroll() {\n            const rect = scrollImg.getBoundingClientRect();\n            const elemTop = rect.top;\n            const elemBottom = rect.bottom;\n            const isVisible = (elemTop >= 0) && (elemBottom <= window.innerHeight + offset);\n            if (isVisible) {\n                scrollImg.classList.add('visible');\n                \/\/ Clear any existing timeout to prevent premature removal of the visible class\n                if (timeoutId) {\n                    clearTimeout(timeoutId);\n                }\n                \/\/ Set timeout to remove the visible class after 1 second\n                timeoutId = setTimeout(() => {\n                    scrollImg.classList.remove('visible');\n                }, 500);\n            }\n        }\n        window.addEventListener('scroll', onScroll);\n        window.addEventListener('resize', onScroll);\n        \/\/ Initial check\n        onScroll();\n    });\n  <\/script><\/p>\n","protected":false},"parent":931,"menu_order":0,"template":"","acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/opd\/932"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/opd"}],"about":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/types\/opd"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/opd\/931"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=932"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}