{"id":1019,"date":"2025-06-25T10:34:51","date_gmt":"2025-06-25T10:34:51","guid":{"rendered":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/?post_type=opd&#038;p=1019"},"modified":"2025-06-25T10:34:51","modified_gmt":"2025-06-25T10:34:51","slug":"keloid","status":"publish","type":"opd","link":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/opd\/dermatology\/keloid\/","title":{"rendered":"Penyebab dan Pengobatan Keloid"},"content":{"rendered":"<style>\n    .green_back {\n        font-size: 24px;\n        margin: 50px 0 24px;\n        background-color: #4cb5a0;\n        color: #FFFFFF;\n        border-top: none;\n        padding-top: 0 !important;\n        padding: 10px 15px !important;\n    }\n    .green_line {\n        padding-left: 20px;\n        font-size: 20px !important;\n        margin-bottom: 16px;\n        border-left: #4cb5a0 5px solid;\n    }\n    .text {\n       line-height: 1.5;\n    }\n    .content_container h3 {\n        margin-bottom: 20px;\n    }\n    article {\n        margin-bottom: 30px;\n        line-height: 1.5;\n    }\n<\/style>\n<link rel=\"stylesheet\" href=\"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/wp-content\/themes\/clinic\/style\/css\/pages\/department-test.css?v=20240717070928\">\n<section id=\"General\">\n<h2 class=\"green_back\">Apa itu Keloid?<\/h2>\n<div class=\"text\">\n        Keloid adalah jenis jaringan parut (jaringan fibrotik) yang terbentuk akibat proliferasi berlebihan dari komponen fibrotik\/kolagen kulit selama proses penyembuhan luka. Hasilnya adalah bekas luka yang menonjol dan berwarna seperti kulit normal, kecoklatan, atau kemerahan.<br \/>\nTerdapat dua jenis utama keloid: keloid sejati, yang bersifat kronis dan sulit diobati, serta jaringan parut hipertrofik, yang merespons baik terhadap pengobatan dan cenderung merata seiring waktu. Meskipun keduanya sering disebut secara umum sebagai \u201ckeloid\u201d, keduanya merupakan kondisi yang berbeda secara fundamental.\n    <\/div>\n<\/section>\n<section id=\"care\" class=\"text_margin\">\n<h2 class=\"green_back\">Jenis-Jenis Keloid<\/h2>\n<article>\n<h3 class=\"green_line\">\n<div>1. Keloid Sejati<\/div>\n<\/h3>\n<div>Keloid sejati adalah jaringan parut yang muncul pada individu dengan predisposisi genetik atau memiliki &#8220;kecenderungan keloid.&#8221; Dapat timbul bahkan tanpa trauma yang jelas atau oleh iritasi ringan dan gigitan serangga. Keloid ini biasanya meluas melebihi area luka asli seiring waktu, dan ditandai dengan kemerahan, konsistensi keras , gatal, dan nyeri yang menetap.  Keloid ini jarang mengecil dengan sendirinya.<\/div>\n<\/article>\n<article>\n<h3 class=\"green_line\">\n<div>2. Jaringan Parut Hipertrofik<\/div>\n<\/h3>\n<div>Jenis ini muncul setelah cedera kulit yang jelas, seperti trauma, operasi, atau luka bakar. Jaringan parut tampak menonjol, kemerahan, dan keras, tetapi tetap terbatas di area luka awal. Seiring waktu, biasanya jaringan ini akan merata secara alami. Gejalanya dapat berupa rasa gatal atau ketidaknyamanan ringan, tetapi tidak seberat keloid sejati dan cenderung merespons baik terhadap pengobatan.<\/div>\n<\/article>\n<\/section>\n<section id=\"care\" class=\"text_margin\">\n<h2 class=\"green_back\">Opsi Pengobatan Keloid<\/h2>\n<article>\n<h3 class=\"green_line\">\n<div>1. Pengobatan Konservatif (Non-Bedah)<\/div>\n<\/h3>\n<div>Pengobatan ini digunakan pada keloid tahap awal atau ringan dengan tujuan mencegah perburukan. Metodenya meliputi penggunaan kortikosteroid topikal atau suntikan, lembaran gel silikon, kompresi, terapi beku (cryotherapy), dan laser. Terapi ini membantu mengurangi kemerahan, gatal, dan penebalan, meskipun penyembuhan total sulit dicapai, sehingga perlu pengelolaan jangka panjang.<\/div>\n<\/article>\n<article>\n<h3 class=\"green_line\">\n<div>2. Pengobatan Bedah<\/div>\n<\/h3>\n<div>Metode ini melibatkan pengangkatan jaringan keloid yang menonjol melalui pembedahan. Karena tingkat kekambuhannya tinggi jika hanya dilakukan pembedahan, maka biasanya dikombinasikan dengan terapi pasca operasi seperti radiasi, suntikan steroid, atau penggunaan lembaran silikon. Metode ini cocok untuk keloid yang terlokalisasi, seperti di telinga atau sendi. Kombinasi dengan terapi konservatif penting untuk mencegah kekambuhan.<\/div>\n<\/article>\n<\/section>\n<section class=\"yoyaku\" id=\"reserve\">\n<div class=\"title\">Reservasi dan pertanyaan, silakan hubungi kami di sini.<\/div>\n<div class=\"flex\">\n<div class=\"box\">\n<div class=\"text\"><span>\\<\/span>Untuk yang menghubungi di luar jam kerja, silakan hubungi di sini!<span>\/<\/span><\/div>\n<p>        <a href=\"https:\/\/wa.me\/6285714049308\"><\/p>\n<div class=\"line_btn\">\n            Reservasi lewat Whatsapp\n        <\/div>\n<p>        <\/a><\/p><\/div>\n<div class=\"box\">\n<div class=\"text\" style=\"min-height: 3em !important;\"><span>\\<\/span>Untuk yang membutuhkan layanan segera selama jam buka, silakan hubungi di sini!<span>\/<span><\/div>\n<p>        <a href=\"tel:+62 21 8665 6830\"><\/p>\n<div class=\"tel_btn\">\n            +62 21 8665 6830\n        <\/div>\n<p>        <\/a>\n    <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/section>\n","protected":false},"parent":996,"menu_order":0,"template":"","acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/opd\/1019"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/opd"}],"about":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/types\/opd"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/opd\/996"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1019"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}