{"id":1015,"date":"2025-06-24T11:21:56","date_gmt":"2025-06-24T11:21:56","guid":{"rendered":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/?post_type=opd&#038;p=1015"},"modified":"2025-06-25T02:52:17","modified_gmt":"2025-06-25T02:52:17","slug":"herpes","status":"publish","type":"opd","link":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/opd\/examination\/std\/herpes\/","title":{"rendered":"Tentang Herpes"},"content":{"rendered":"<style>\n.dim{\n\tfont-size: 24px;\n\tmargin: 50px 0 0px;\n\tbackground-color: #4cb5a0;\n\tcolor: #FFFFFF;\n\tborder-top: none;\n\tpadding-top: 0 !important;\n\tpadding: 10px 15px !important;\n}\n.usp {\nfont-size: 16px;\nline-height: 1.5;\nmargin-bottom: 20px;\n}<\/p>\n<p>.underline_02 {\n\/*background:linear-gradient(transparent 85%, #f4d20c 0%);\npadding: 0 0 10px 0;*\/<\/p>\n<p>border-bottom: solid 5px #f4d20c;\npadding: 0 0 6px 0;\n}\n.asxxs {\nbackground:linear-gradient(transparent 50%, rgba(246, 185, 104, 0.5) 50%);<\/p>\n<p>}<\/p>\n<p>.zvxb {\npadding: 0.5em 1em;\nmargin: 2em 0;\nfont-weight: bold;\ncolor: #6091d3;\nbackground: #FFF;\nborder: solid 3px #6091d3;\nborder-radius: 10px;\n}\n.zvxb p {\nmargin: 0; \npadding: 0;\n}<\/p>\n<p>#doctor .doctorbox{\n\tdisplay: flex;\n\tflex-wrap: wrap;\n\tjustify-content: flex-start;\n\tcolumn-gap: 2%;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart{\n\twidth: 48%;\n\tmargin-bottom: 40px;\n\tdisplay: flex;\n\tjustify-content: space-between;\n\talign-items: center;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart img{\n\twidth: 37%;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart .text{\n\twidth: 60%;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart .text .name{\n\tline-height: 1.5;\n\tfont-size: 15px;\n\tfont-weight: bold;\n\tmargin-bottom: 20px;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart .text .detail li{\n\tpadding-left: 1em;\n\tborder-left: 4px solid #50b3a0;\n\tmargin-bottom: 7px;\n\tfont-size: 12px;\n}\n@media screen and (max-width: 768px){\n\t#doctor .doctorbox .doctorpart{\n\t\twidth: 100%;\n\t}\n\t#doctor .doctorbox .doctorpart img{\n\t\twidth: 32%;\n\t}\n\t#doctor .doctorbox .doctorpart .text{\n\t\twidth: 65%;\n\t}\n\t#doctor .doctorbox .doctorpart .text .name{\n\t\tfont-size: 14px;\n\t\tmargin-bottom: 15px;\n\t}\n}<\/p>\n<\/style>\n<link rel=\"stylesheet\" href=\"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/wp-content\/themes\/clinic\/style\/css\/pages\/department-test.css?v=20240717070928\">\n<div class=\"dim\">Tentang Herpes<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nVirus herpes yang menginfeksi manusia secara umum diklasifikasikan menjadi dua jenis: virus herpes simpleks (HSV) dan virus varicella-zoster (VZV). Di antara keduanya, HSV menyebabkan kondisi seperti herpes oral dan herpes genital. HSV terdiri dari dua tipe: HSV-1 dan HSV-2. HSV-1 umumnya menyebabkan herpes oral, sedangkan HSV-2 terutama menyebabkan herpes genital. Gejala umum meliputi lepuhan dan luka, dan salah satu ciri khas infeksi HSV adalah kecenderungannya untuk kambuh.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<section id=\"cant\">\n<div class=\"dim\">Jalur Penularan<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nVirus herpes simpleks (HSV) menular melalui kontak langsung dengan kulit atau selaput lendir orang yang terinfeksi. Herpes oral biasanya menular melalui ciuman atau seks oral, sementara herpes genital umumnya ditularkan melalui hubungan seksual. Bahkan saat tidak ada gejala, virus tetap bisa menular ke orang lain tanpa disadari.<br \/>\n<\/span><br \/>\n<\/section>\n<section id=\"cant\">\n<div class=\"dim\">Gejala yang Umum<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nGejala herpes meliputi lepuhan kecil atau luka di area yang terinfeksi, sering disertai rasa nyeri atau gatal. Pada herpes oral, gejala biasanya muncul di sekitar bibir atau di dalam mulut, sedangkan pada herpes genital, gejala muncul di sekitar alat kelamin atau anus. Saat infeksi pertama kali terjadi, gejala sistemik seperti demam atau pembengkakan kelenjar getah bening dapat muncul. Pada kekambuhan, gejalanya biasanya lebih ringan, meskipun bisa berbeda pada setiap individu.<br \/>\n<\/span><br \/>\n<\/section>\n<section id=\"cant\">\n<div class=\"dim\">Pemeriksaan dan Diagnosis<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nSelain pengamatan klinis, beberapa tes dapat dilakukan untuk mendiagnosis herpes, baik dengan mendeteksi virus secara langsung maupun melalui antibodi. Tes ini meliputi kultur virus dari lepuhan atau luka, tes PCR, dan tes darah untuk mendeteksi antibodi. Tes ini membantu memastikan apakah seseorang terinfeksi dan menentukan tipe virus yang menyebabkan infeksi.<br \/>\n<\/span><br \/>\n<\/section>\n<section id=\"cant\">\n<div class=\"dim\">Pengobatan<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nHerpes diobati terutama dengan obat antivirus seperti asiklovir, valasiklovir, dan famsiklovir. Obat-obatan ini membantu mengurangi tingkat keparahan gejala dan mencegah kekambuhan. Penggunaan obat saat serangan pertama atau saat tanda kekambuhan muncul dapat memperpendek durasi gejala dan mencegah komplikasi. Namun, obat ini tidak dapat menghilangkan virus sepenuhnya, sehingga kekambuhan masih mungkin terjadi.<br \/>\n<\/span><br \/>\n<\/section>\n<section id=\"cant\">\n<div class=\"dim\">Pencegahan<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nPencegahan herpes dilakukan dengan menghindari kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Penggunaan kondom saat berhubungan seksual dan menghindari ciuman atau seks oral ketika ada gejala herpes oral sangat dianjurkan. Mencuci tangan setelah menyentuh area yang terinfeksi dan tidak berbagi handuk atau peralatan makan juga membantu mencegah penularan. Untuk mencegah kekambuhan, penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat melalui tidur yang cukup, gaya hidup seimbang, dan pengelolaan stres.<br \/>\n<\/span><br \/>\n<\/section>\n<section class=\"yoyaku\" id=\"reserve\">\n<div class=\"title\">Reservasi dan pertanyaan, silakan hubungi kami di sini.<\/div>\n<div class=\"flex\">\n<div class=\"box\">\n<div class=\"text\"><span>\\<\/span>Untuk yang menghubungi di luar jam kerja, silakan hubungi di sini!<span>\/<\/span><\/div>\n<p>        <a href=\"https:\/\/wa.me\/6285714049308\"><\/p>\n<div class=\"line_btn\">\n            Reservasi lewat Whatsapp\n        <\/div>\n<p>        <\/a><\/p><\/div>\n<div class=\"box\">\n<div class=\"text\"><span>\\<\/span>Untuk yang membutuhkan layanan segera selama jam buka, silakan hubungi di sini!<span>\/<span><\/div>\n<p>        <a href=\"tel:+62 21 8665 6830\"><\/p>\n<div class=\"tel_btn\">\n            +62 21 8665 6830\n        <\/div>\n<p>        <\/a>\n    <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/section>\n","protected":false},"parent":797,"menu_order":0,"template":"","acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/opd\/1015"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/opd"}],"about":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/types\/opd"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/opd\/797"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1015"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}