{"id":1014,"date":"2025-06-24T11:16:49","date_gmt":"2025-06-24T11:16:49","guid":{"rendered":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/?post_type=opd&#038;p=1014"},"modified":"2025-06-25T02:52:46","modified_gmt":"2025-06-25T02:52:46","slug":"chlamydia","status":"publish","type":"opd","link":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/opd\/examination\/std\/chlamydia\/","title":{"rendered":"Tentang Chlamydia trachomatis"},"content":{"rendered":"<style>\n.dim{\n\tfont-size: 24px;\n\tmargin: 50px 0 0px;\n\tbackground-color: #4cb5a0;\n\tcolor: #FFFFFF;\n\tborder-top: none;\n\tpadding-top: 0 !important;\n\tpadding: 10px 15px !important;\n}\n.usp {\nfont-size: 16px;\nline-height: 1.5;\nmargin-bottom: 20px;\n}<\/p>\n<p>.underline_02 {\n\/*background:linear-gradient(transparent 85%, #f4d20c 0%);\npadding: 0 0 10px 0;*\/<\/p>\n<p>border-bottom: solid 5px #f4d20c;\npadding: 0 0 6px 0;\n}\n.asxxs {\nbackground:linear-gradient(transparent 50%, rgba(246, 185, 104, 0.5) 50%);<\/p>\n<p>}<\/p>\n<p>.zvxb {\npadding: 0.5em 1em;\nmargin: 2em 0;\nfont-weight: bold;\ncolor: #6091d3;\nbackground: #FFF;\nborder: solid 3px #6091d3;\nborder-radius: 10px;\n}\n.zvxb p {\nmargin: 0; \npadding: 0;\n}<\/p>\n<p>#doctor .doctorbox{\n\tdisplay: flex;\n\tflex-wrap: wrap;\n\tjustify-content: flex-start;\n\tcolumn-gap: 2%;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart{\n\twidth: 48%;\n\tmargin-bottom: 40px;\n\tdisplay: flex;\n\tjustify-content: space-between;\n\talign-items: center;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart img{\n\twidth: 37%;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart .text{\n\twidth: 60%;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart .text .name{\n\tline-height: 1.5;\n\tfont-size: 15px;\n\tfont-weight: bold;\n\tmargin-bottom: 20px;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart .text .detail li{\n\tpadding-left: 1em;\n\tborder-left: 4px solid #50b3a0;\n\tmargin-bottom: 7px;\n\tfont-size: 12px;\n}\n@media screen and (max-width: 768px){\n\t#doctor .doctorbox .doctorpart{\n\t\twidth: 100%;\n\t}\n\t#doctor .doctorbox .doctorpart img{\n\t\twidth: 32%;\n\t}\n\t#doctor .doctorbox .doctorpart .text{\n\t\twidth: 65%;\n\t}\n\t#doctor .doctorbox .doctorpart .text .name{\n\t\tfont-size: 14px;\n\t\tmargin-bottom: 15px;\n\t}\n}<\/p>\n<\/style>\n<link rel=\"stylesheet\" href=\"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/wp-content\/themes\/clinic\/style\/css\/pages\/department-test.css?v=20240717070928\">\n<div class=\"dim\">Tentang Chlamydia trachomatis<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nChlamydia trachomatis adalah bakteri yang menyebabkan infeksi menular seksual (IMS), terutama di kalangan anak muda. Banyak orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala, yang meningkatkan risiko penularan tanpa disadari kepada orang lain. Jika tidak diobati, infeksi ini dapat menyebabkan penyakit radang panggul (PID), infertilitas, atau kehamilan ektopik pada wanita, serta epididimitis atau infertilitas pada pria. Infeksi ini juga dapat menimbulkan komplikasi seperti artritis dan konjungtivitis.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<section id=\"cant\">\n<div class=\"dim\">Jalur Penularan<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nKlamidia ditularkan melalui kontak seksual dengan orang yang terinfeksi, termasuk hubungan seks vaginal, anal, dan oral. Penularan dari ibu ke anak juga dapat terjadi saat persalinan. Infeksi juga dapat menyebar melalui kontak dengan alat kelamin atau selaput lendir yang terinfeksi, bahkan tanpa hubungan seks penetratif.<br \/>\n<\/span><br \/>\n<\/section>\n<section id=\"cant\">\n<div class=\"dim\">Gejala yang Umum<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nSebagian besar orang yang terinfeksi klamidia tidak mengalami gejala. Namun, jika gejala muncul, pria mungkin mengalami keluarnya cairan dari uretra dan rasa nyeri saat buang air kecil. Pada wanita, gejala dapat berupa keputihan abnormal, nyeri di perut bagian bawah, atau nyeri saat berhubungan intim. Infeksi dapat terjadi di uretra, rektum, dan tenggorokan pada pria, serta di vagina, rektum, atau tenggorokan pada wanita.<br \/>\n<\/span><br \/>\n<\/section>\n<section id=\"cant\">\n<div class=\"dim\">Pemeriksaan dan Diagnosis<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nDiagnosis klamidia biasanya dilakukan melalui tes amplifikasi asam nukleat (NAAT) atau tes PCR pada sampel urin atau usapan dari alat kelamin, tenggorokan, atau rektum. Metode ini sangat sensitif dan efektif untuk mendeteksi infeksi, bahkan pada individu yang tidak menunjukkan gejala.<br \/>\n<\/span><br \/>\n<\/section>\n<section id=\"cant\">\n<div class=\"dim\">Pengobatan<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nInfeksi klamidia dapat diobati dengan antibiotik. Regimen umum meliputi pemberian doksisiklin selama 7 hari atau azitromisin dosis tunggal. Selama masa pengobatan dan satu minggu setelahnya, dianjurkan untuk tidak melakukan aktivitas seksual. Penting juga agar pasangan seksual turut menerima pengobatan secara bersamaan untuk mencegah infeksi ulang.<br \/>\n<\/span><br \/>\n<\/section>\n<section id=\"cant\">\n<div class=\"dim\">Pencegahan<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nUntuk mencegah klamidia, penting untuk menggunakan kondom dengan benar selama aktivitas seksual. Membatasi jumlah pasangan seksual dan melakukan skrining IMS secara berkala juga merupakan langkah pencegahan yang efektif. Jika Anda mencurigai adanya infeksi atau mengalami gejala, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat.<br \/>\n<\/span><br \/>\n<\/section>\n<section class=\"yoyaku\" id=\"reserve\">\n<div class=\"title\">Reservasi dan pertanyaan, silakan hubungi kami di sini.<\/div>\n<div class=\"flex\">\n<div class=\"box\">\n<div class=\"text\"><span>\\<\/span>Untuk yang menghubungi di luar jam kerja, silakan hubungi di sini!<span>\/<\/span><\/div>\n<p>        <a href=\"https:\/\/wa.me\/6285714049308\"><\/p>\n<div class=\"line_btn\">\n            Reservasi lewat Whatsapp\n        <\/div>\n<p>        <\/a><\/p><\/div>\n<div class=\"box\">\n<div class=\"text\"><span>\\<\/span>Untuk yang membutuhkan layanan segera selama jam buka, silakan hubungi di sini!<span>\/<span><\/div>\n<p>        <a href=\"tel:+62 21 8665 6830\"><\/p>\n<div class=\"tel_btn\">\n            +62 21 8665 6830\n        <\/div>\n<p>        <\/a>\n    <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/section>\n","protected":false},"parent":797,"menu_order":0,"template":"","acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/opd\/1014"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/opd"}],"about":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/types\/opd"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/opd\/797"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1014"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}