{"id":1013,"date":"2025-06-24T11:15:31","date_gmt":"2025-06-24T11:15:31","guid":{"rendered":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/?post_type=opd&#038;p=1013"},"modified":"2025-06-25T02:55:37","modified_gmt":"2025-06-25T02:55:37","slug":"ureaplasma","status":"publish","type":"opd","link":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/opd\/examination\/std\/ureaplasma\/","title":{"rendered":"Tentang Ureaplasma"},"content":{"rendered":"<style>\n.dim{\n\tfont-size: 24px;\n\tmargin: 50px 0 0px;\n\tbackground-color: #4cb5a0;\n\tcolor: #FFFFFF;\n\tborder-top: none;\n\tpadding-top: 0 !important;\n\tpadding: 10px 15px !important;\n}\n.usp {\nfont-size: 16px;\nline-height: 1.5;\nmargin-bottom: 20px;\n}<\/p>\n<p>.underline_02 {\n\/*background:linear-gradient(transparent 85%, #f4d20c 0%);\npadding: 0 0 10px 0;*\/<\/p>\n<p>border-bottom: solid 5px #f4d20c;\npadding: 0 0 6px 0;\n}\n.asxxs {\nbackground:linear-gradient(transparent 50%, rgba(246, 185, 104, 0.5) 50%);<\/p>\n<p>}<\/p>\n<p>.zvxb {\npadding: 0.5em 1em;\nmargin: 2em 0;\nfont-weight: bold;\ncolor: #6091d3;\nbackground: #FFF;\nborder: solid 3px #6091d3;\nborder-radius: 10px;\n}\n.zvxb p {\nmargin: 0; \npadding: 0;\n}<\/p>\n<p>#doctor .doctorbox{\n\tdisplay: flex;\n\tflex-wrap: wrap;\n\tjustify-content: flex-start;\n\tcolumn-gap: 2%;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart{\n\twidth: 48%;\n\tmargin-bottom: 40px;\n\tdisplay: flex;\n\tjustify-content: space-between;\n\talign-items: center;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart img{\n\twidth: 37%;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart .text{\n\twidth: 60%;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart .text .name{\n\tline-height: 1.5;\n\tfont-size: 15px;\n\tfont-weight: bold;\n\tmargin-bottom: 20px;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart .text .detail li{\n\tpadding-left: 1em;\n\tborder-left: 4px solid #50b3a0;\n\tmargin-bottom: 7px;\n\tfont-size: 12px;\n}\n@media screen and (max-width: 768px){\n\t#doctor .doctorbox .doctorpart{\n\t\twidth: 100%;\n\t}\n\t#doctor .doctorbox .doctorpart img{\n\t\twidth: 32%;\n\t}\n\t#doctor .doctorbox .doctorpart .text{\n\t\twidth: 65%;\n\t}\n\t#doctor .doctorbox .doctorpart .text .name{\n\t\tfont-size: 14px;\n\t\tmargin-bottom: 15px;\n\t}\n}<\/p>\n<\/style>\n<link rel=\"stylesheet\" href=\"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/wp-content\/themes\/clinic\/style\/css\/pages\/department-test.css?v=20240717070928\">\n<div class=\"dim\">Tentang Ureaplasma<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nUreaplasma adalah jenis bakteri yang dapat menyebabkan infeksi menular seksual (IMS). Setelah masa inkubasi sekitar satu hingga lima minggu, gejala mungkin mulai muncul. Gejala umum meliputi rasa nyeri atau gatal di area genital, keluarnya nanah, keputihan yang tidak normal, serta radang atau nyeri tenggorokan.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<section id=\"cant\">\n<div class=\"dim\">Jalur Penularan<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nUreaplasma terutama ditularkan melalui kontak seksual. Ini termasuk hubungan seks vaginal, seks anal, seks oral, dan ciuman dalam (french kiss)\u2014kontak apa pun yang melibatkan selaput lendir dapat menyebabkan infeksi. Secara khusus, infeksi tenggorokan akibat seks oral atau ciuman dalam telah dilaporkan, sehingga kewaspadaan sangat penting. Bahkan satu kali kontak seksual dengan orang yang terinfeksi sudah cukup untuk menyebabkan penularan, sehingga tindakan pencegahan sangat diperlukan.<br \/>\n<\/span><br \/>\n<\/section>\n<section id=\"cant\">\n<div class=\"dim\">Gejala yang Umum<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nGejala infeksi Ureaplasma bervariasi tergantung lokasi infeksi dan kondisi individu, namun secara umum meliputi:<br \/>\n<\/span><span class=\"usp\" ><br \/>\nPada pria:<br \/>\n-Gatal atau nyeri di area genital<br \/>\n-Nyeri saat buang air kecil<br \/>\n-Keluarnya cairan dari uretra<br \/>\n<\/span><span class=\"usp\" ><br \/>\nPada wanita:<br \/>\n-Keputihan yang meningkat atau tidak normal<br \/>\n-Gatal atau nyeri di area genital luar<br \/>\n-Nyeri saat buang air kecil<br \/>\n<\/span><span class=\"usp\" ><br \/>\nPada pria dan wanita:<br \/>\n-Radang atau nyeri tenggorokan (faringitis)<br \/>\n<\/span><span class=\"usp\" ><br \/>\nPerlu dicatat bahwa banyak individu yang terinfeksi, terutama wanita, tidak menunjukkan gejala apa pun. Meski tanpa gejala, infeksi tetap dapat berkembang, sehingga skrining rutin sangat dianjurkan.<br \/>\n<\/span><br \/>\n<\/section>\n<section id=\"cant\">\n<div class=\"dim\">Pemeriksaan dan Diagnosis<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nDiagnosis infeksi Ureaplasma biasanya dilakukan dengan tes amplifikasi asam nukleat (NAAT), seperti PCR. Pada pria, sampel urin diambil, sedangkan pada wanita, sampel diambil melalui usapan vagina atau dari leher rahim. Pemeriksaan umumnya bisa dilakukan 24 jam atau lebih setelah kemungkinan terpapar, dan hasilnya tersedia dalam 2 hingga 7 hari. Perlu diketahui bahwa tes Ureaplasma sering kali tidak ditanggung oleh asuransi dan mungkin memerlukan pembayaran pribadi.<br \/>\n<\/span><br \/>\n<\/section>\n<section id=\"cant\">\n<div class=\"dim\">Pengobatan<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nInfeksi Ureaplasma biasanya diobati dengan antibiotik oral. Pengobatan berlangsung selama 7 hingga 10 hari, dengan doksisiklin atau azitromisin sebagai pilihan utama. Namun, Ureaplasma terkadang menunjukkan resistansi terhadap antibiotik, sehingga jika gejala berlanjut atau terjadi infeksi ulang, pemeriksaan ulang dan pengobatan tambahan mungkin diperlukan.<br \/>\n<\/span><br \/>\n<\/section>\n<section id=\"cant\">\n<div class=\"dim\">Pencegahan<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nPenggunaan kondom secara benar saat berhubungan seksual adalah cara efektif untuk mencegah infeksi Ureaplasma. Karena penularan melalui seks oral dan ciuman dalam juga telah dilaporkan, penggunaan kondom atau dental dam saat melakukan aktivitas tersebut juga disarankan. Melakukan skrining IMS secara berkala dan menghindari berganti-ganti pasangan seksual juga merupakan langkah pencegahan yang penting.<br \/>\n<\/span><br \/>\n<\/section>\n<section class=\"yoyaku\" id=\"reserve\">\n<div class=\"title\">Reservasi dan pertanyaan, silakan hubungi kami di sini.<\/div>\n<div class=\"flex\">\n<div class=\"box\">\n<div class=\"text\"><span>\\<\/span>Untuk yang menghubungi di luar jam kerja, silakan hubungi di sini!<span>\/<\/span><\/div>\n<p>        <a href=\"https:\/\/wa.me\/6285714049308\"><\/p>\n<div class=\"line_btn\">\n            Reservasi lewat Whatsapp\n        <\/div>\n<p>        <\/a><\/p><\/div>\n<div class=\"box\">\n<div class=\"text\"><span>\\<\/span>Untuk yang membutuhkan layanan segera selama jam buka, silakan hubungi di sini!<span>\/<span><\/div>\n<p>        <a href=\"tel:+62 21 8665 6830\"><\/p>\n<div class=\"tel_btn\">\n            +62 21 8665 6830\n        <\/div>\n<p>        <\/a>\n    <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/section>\n","protected":false},"parent":797,"menu_order":0,"template":"","acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/opd\/1013"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/opd"}],"about":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/types\/opd"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/opd\/797"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1013"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}