{"id":1010,"date":"2025-06-24T09:49:13","date_gmt":"2025-06-24T09:49:13","guid":{"rendered":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/?post_type=opd&#038;p=1010"},"modified":"2025-06-25T02:57:08","modified_gmt":"2025-06-25T02:57:08","slug":"trichomoniasis","status":"publish","type":"opd","link":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/opd\/examination\/std\/trichomoniasis\/","title":{"rendered":"Tentang Trikomoniasis"},"content":{"rendered":"<style>\n.dim{\n\tfont-size: 24px;\n\tmargin: 50px 0 0px;\n\tbackground-color: #4cb5a0;\n\tcolor: #FFFFFF;\n\tborder-top: none;\n\tpadding-top: 0 !important;\n\tpadding: 10px 15px !important;\n}\n.usp {\nfont-size: 16px;\nline-height: 1.5;\nmargin-bottom: 20px;\n}<\/p>\n<p>.underline_02 {\n\/*background:linear-gradient(transparent 85%, #f4d20c 0%);\npadding: 0 0 10px 0;*\/<\/p>\n<p>border-bottom: solid 5px #f4d20c;\npadding: 0 0 6px 0;\n}\n.asxxs {\nbackground:linear-gradient(transparent 50%, rgba(246, 185, 104, 0.5) 50%);<\/p>\n<p>}<\/p>\n<p>.zvxb {\npadding: 0.5em 1em;\nmargin: 2em 0;\nfont-weight: bold;\ncolor: #6091d3;\nbackground: #FFF;\nborder: solid 3px #6091d3;\nborder-radius: 10px;\n}\n.zvxb p {\nmargin: 0; \npadding: 0;\n}<\/p>\n<p>#doctor .doctorbox{\n\tdisplay: flex;\n\tflex-wrap: wrap;\n\tjustify-content: flex-start;\n\tcolumn-gap: 2%;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart{\n\twidth: 48%;\n\tmargin-bottom: 40px;\n\tdisplay: flex;\n\tjustify-content: space-between;\n\talign-items: center;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart img{\n\twidth: 37%;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart .text{\n\twidth: 60%;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart .text .name{\n\tline-height: 1.5;\n\tfont-size: 15px;\n\tfont-weight: bold;\n\tmargin-bottom: 20px;\n}\n#doctor .doctorbox .doctorpart .text .detail li{\n\tpadding-left: 1em;\n\tborder-left: 4px solid #50b3a0;\n\tmargin-bottom: 7px;\n\tfont-size: 12px;\n}\n@media screen and (max-width: 768px){\n\t#doctor .doctorbox .doctorpart{\n\t\twidth: 100%;\n\t}\n\t#doctor .doctorbox .doctorpart img{\n\t\twidth: 32%;\n\t}\n\t#doctor .doctorbox .doctorpart .text{\n\t\twidth: 65%;\n\t}\n\t#doctor .doctorbox .doctorpart .text .name{\n\t\tfont-size: 14px;\n\t\tmargin-bottom: 15px;\n\t}\n}<\/p>\n<\/style>\n<link rel=\"stylesheet\" href=\"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/wp-content\/themes\/clinic\/style\/css\/pages\/department-test.css?v=20240717070928\">\n<div class=\"dim\">Tentang Trikomoniasis<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nTrichomonas vaginalis adalah parasit protozoa yang menyebabkan infeksi menular seksual (IMS), yang dapat mengakibatkan vaginitis pada wanita dan uretritis pada pria maupun wanita. Pada wanita, gejala biasanya mencakup keputihan berbusa dan gatal pada area genital eksternal. Pada pria, infeksi sering kali tanpa gejala, namun dapat menyebabkan uretritis ringan.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<section id=\"cant\">\n<div class=\"dim\">Jalur Penularan<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nTrikomoniasis disebabkan oleh parasit protozoa Trichomonas vaginalis dan terutama ditularkan melalui hubungan seksual vaginal. Parasit ini menginfeksi uretra pada pria dan vagina pada wanita. Penularan terjadi melalui kontak antara cairan genital orang yang terinfeksi dan selaput lendir pasangannya. Seks tanpa kondom merupakan faktor risiko utama. Meskipun jarang, penularan tidak langsung melalui handuk, pakaian dalam, atau bak mandi juga pernah dilaporkan, namun kontak seksual tetap merupakan jalur penularan yang dominan.<br \/>\n<\/span><br \/>\n<\/section>\n<section id=\"cant\">\n<div class=\"dim\">Gejala yang Umum<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nMeskipun banyak kasus tanpa gejala, wanita dapat mengalami keputihan berbusa berwarna kuning kehijauan dengan bau tidak sedap, gatal di area genital, sensasi terbakar, nyeri saat berhubungan seksual, dan ketidaknyamanan saat buang air kecil. Pria dapat mengalami uretritis ringan, nyeri saat buang air kecil, dan dalam beberapa kasus, komplikasi seperti prostatitis atau epididimitis. Meskipun tanpa gejala, seseorang tetap bisa menularkan infeksi, sehingga penting bagi kedua pasangan untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan.<br \/>\n<\/span><br \/>\n<\/section>\n<section id=\"cant\">\n<div class=\"dim\">Pemeriksaan dan Diagnosis<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nDiagnosis dilakukan melalui pemeriksaan mikroskopis langsung terhadap cairan vagina atau urin untuk mengidentifikasi T. vaginalis, atau dengan tes PCR untuk deteksi yang lebih akurat. Karena gejalanya bisa mirip dengan IMS lain, diagnosis yang tepat memerlukan pemeriksaan di fasilitas medis. Pada pria, sampel urin atau cairan prostat biasanya digunakan, meskipun tingkat deteksinya cenderung lebih rendah dibandingkan pada wanita.<br \/>\n<\/span><br \/>\n<\/section>\n<section id=\"cant\">\n<div class=\"dim\">Pengobatan<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nTrikomoniasis diobati dengan obat antiprotozoa oral seperti metronidazol atau tinidazol. Satu dosis biasanya cukup untuk mengatasi infeksi. Namun, untuk mencegah infeksi ulang, dianjurkan agar kedua pasangan diobati secara bersamaan. Karena obat ini dapat menimbulkan efek samping bila dikonsumsi bersamaan dengan alkohol, pasien harus menghindari konsumsi alkohol selama masa pengobatan dan setidaknya 24 jam setelahnya.<br \/>\n<\/span><br \/>\n<\/section>\n<section id=\"cant\">\n<div class=\"dim\">Pencegahan<\/div>\n<p><span class=\"usp\" ><br \/>\nPenggunaan kondom secara benar dan konsisten adalah cara paling efektif untuk mencegah trikomoniasis, terutama bagi individu dengan pasangan seksual baru atau berganti-ganti. Skrining IMS secara rutin juga dianjurkan untuk mendeteksi infeksi secara dini. Jika infeksi terdeteksi, penting untuk segera memberi tahu pasangan seksual dan memastikan mereka juga diperiksa dan diobati bersama untuk mencegah penularan ulang. Pemeriksaan lanjutan juga disarankan untuk memastikan infeksi telah sembuh total.<br \/>\n<\/span><br \/>\n<\/section>\n<section class=\"yoyaku\" id=\"reserve\">\n<div class=\"title\">Reservasi dan pertanyaan, silakan hubungi kami di sini.<\/div>\n<div class=\"flex\">\n<div class=\"box\">\n<div class=\"text\"><span>\\<\/span>Untuk yang menghubungi di luar jam kerja, silakan hubungi di sini!<span>\/<\/span><\/div>\n<p>        <a href=\"https:\/\/wa.me\/6285714049308\"><\/p>\n<div class=\"line_btn\">\n            Reservasi lewat Whatsapp\n        <\/div>\n<p>        <\/a><\/p><\/div>\n<div class=\"box\">\n<div class=\"text\"><span>\\<\/span>Untuk yang membutuhkan layanan segera selama jam buka, silakan hubungi di sini!<span>\/<span><\/div>\n<p>        <a href=\"tel:+62 21 8665 6830\"><\/p>\n<div class=\"tel_btn\">\n            +62 21 8665 6830\n        <\/div>\n<p>        <\/a>\n    <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/section>\n","protected":false},"parent":797,"menu_order":0,"template":"","acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/opd\/1010"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/opd"}],"about":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/types\/opd"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/opd\/797"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dymmedicalclinic.id\/in\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1010"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}